PEMILUKADA Aceh akan digelar tahun 2017 mendatang. Setahun menjelang pesta demokrasi itu sudah muncul sejumlah tokoh yang menyatakan akan maju sebagai bakal calon Gubernur Aceh.…
PEMILUKADA Aceh akan digelar tahun 2017 mendatang. Setahun menjelang pesta demokrasi itu sudah muncul sejumlah tokoh yang menyatakan akan maju sebagai bakal calon Gubernur Aceh. Para pendukung beberapa kandidat masing-masing mulai mendeklarasikan diri mereka sebagai relawan maupun tim pemenangan.
Menyikapi hal tersebut, portalsatu.com mencoba menghimpun komentar/tanggapan/harapan kalangan akar rumput di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara, Sabtu, 6 Februari 2016. Warga yang dimintai komentarnya adalah petani dan buruh bangunan.
Berikut komentar mereka:
Nurjannah, 50 tahun, petani di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara:
Ia mengaku akan mengggunakan hak pilih/suaranya dalam pemilihan calon gubernur Aceh ke depan sesuai dengan hati nuraninya. Saat ini bisa kita lihat sosok Tarmizi Karim dan Irwandi Yusuf layak untuk maju jadi calon gubernur mendatang. Mualem got chit. Namun hal tersebut (siapa yang akan dipilih) tidak mungkin kita putuskan saat ini, kata Nurjannah.
Siapa pun yang naik/maju sebagai calon, kata Nurjannah, semoga apa yang diutarakan (janji politik) mampu direalisasikan tanpa memilih anak kandung dan anak tiri. Kata dia, Semua rakyat Aceh, bangsa Aceh dan pemimpin terpilih pun milik Aceh nanti.
Intinya, menurut Nurjannah, kesejahteraan rakyat harus benar-benar terwujud. Bek le peungeut bangsa droe, kasep rakyat menderita, jinoe ci tulong soe enteuk yang meunang jak peumakmu Aceh keu yang leubeh jroh lom, ujarnya.
Hasbullah, 35 tahun, buruh bangunan di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara:
Ia menilai dari segi pembangunan Aceh saat ini sudah mulai tampak walaupun masih sangat minim. Menurutnya, pemimpin sekarang belum mampu mencermati apa kebutuhan dasar masyarakatnya.
Mereka asyik melihat dari kasat mata saja, namun jika turun ke kampung-kampung pastinya pengangguran, kemiskinan serta kurangnya perhatian menjadi dasar bobroknya pemimpin yang telah memimpin Aceh jauh-jauh hari, kata Hasbullah.
Saya sudah melihat juga, ada beberapa orang yang telah mengumumkan diri maju menjadi calon Gubernur Aceh. Saya rasa, mereka itu merupakan pemain lama yang telah melanglang buana di dunia perpolitikan. Keseluruhan mereka baik, namun keyakinan memilih siapa, belum tampak hingga sekarang, ujar dia lagi.
Saat ini, kata Hasbullah, dirinya mencoba melihat dulu, mana yang layak untuk memimpin Aceh dan siapa yang memang secara damai bersaing dalam pemilukada ke depan.
Hasbullah mengatakan kriteria calon gubernur yang ia harapkan adalah figur yang mampu mengananalisis kebutuhan masyarakat, berpengalaman, dan juga bisa mendedikasikan dirinya untuk kpentingan rakyat banyak. Itulah pemimpin masa mendatang, baik itu dari partai politik maupun melalui jalur independen, katanya.[] (idg)