<!-- wp:freeform -->
<p>TAKENGON - Kebutuhan darah di wilayah tengah Aceh semakin meningkat. Pertahun pihak Unit Transfusi Darah Rumah Sakit (UTD RS) Datu Beru Takengon mengeluarkan hingga 5.500 kantong dengan kalkulasi perhari 10-15 kantong darah.<br />
<br />
"Kita melayani untuk tiga kabupaten, Gayo Lues, Aceh Tengah dan Bener Meriah," kata Penanggung Jawab UTD RS Datu Beru Takengon, dr. Naomi Dwipayana, Sp.Pk., kepada <em><a href="http://portalsatu.com" target="_blank">portalsatu.com</a></em>, Senin 7 Maret 2016.<br />
<br />
Saat ini, katanya, guna memenuhi kebutuhan darah untuk pasien, keluarga diharuskan membawa pendonor sesuai kebutuhan.<br />
<br />
Ia juga mengaku di UTD RS Datu Beru Takengon sebagai tempat transfusi darah antara pendonor dan pasien.<br />
<br />
"Stok darah kita kosong. Karena kita hanya tempat transfusi, bukan menyimpan," katanya.<br />
<br />
Naomi menilai keberadaan Palang Merah Indonesia (PMI) Aceh Tengah selama ini juga belum memberikan peran penuh dalam penyedia darah untuk masyarakat.<br />
<br />
"Saatnya PMI bangun dari kevakuman, mengingat banyaknya permintaan darah dari masyarakat Gayo," katanya.[]</p>
<!-- /wp:freeform -->
Stok Darah Kosong di UTD RS Datu Beru Takengon
Jadilah yang pertama menyukai
0 komentar
0 Komentar
Masuk untuk menyukai dan berkomentar.