SUBULUSSALAM – Kepala BKSDA Aceh Sapto Aji Prabowo mengatakan ia sudah memerintahkan tim untuk mengecek langsung keberadaan kawanan gajah yang disebut-sebut merusak puluhan hektare kebun kelapa sawit milik masyarakat di Kampung Tangga Besi, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam.
“Anggota sudah saya perintahkan cek untuk assessment apa tindakan yang perlu, apa bisa diusir secara manual atau harus dengan gajah,” kata Sapto Aji Prabowo kepada portalsatu.com dikonfirmasi melalui sambungan telphon, Sabtu, 18 Februari 2017.
Sapto mengaku sudah menjalin komunikasi dengan Wakil Ketua DPRK Subulussalam Fajri Munthe terkait rencana pengusiran gajah liar yang belakangan ini mulai meresahkan petani sawit di wilayah Tangga Besi.
Ia mengatakan hasil survei nantinya baru disimpulkan apakah pengusiran bisa dilakukan secara manual dengan cara meledakkan petasan (mercon) atau harus menggunakan gajah dari Trumon, Aceh Selatan.