BANDA ACEH – Ketua DPR Aceh, Teungku H. Muharuddin meminta masyarakat jangan ikut-ikutan terprovokasi terkait kasus kerusuhan berlatarbelakang agama.
Hal ini dikatakan Teungku Muharuddin terkait kerusahan berdarah pasca pembakaran gereja di Kabupaten Aceh Singkil pada Selasa siang, 13 September 2015.
“Saya minta kepada masyarakat terutama masyarakat disana agar tidak terprovokasi dengan kejadian itu. Harus ekstra hati-hati, jangan sampai masalah ini dikaitkan dengan unsur politik, agama dan suku karena dampaknya bisa berujung negatif. Apalagi negara kita ini adalah negara Hukum,” ujar Ketua DPR Aceh, Teungku H. Muharuddin, Selasa malam, 13 September 2015.
Politisi muda dari Partai Aceh ini menuturkan, kerusahan massa hingga berujung jatuhnya korban jiwa tersebut akan dimanfaatkan oleh segelintir oknum yang tidak bertanggungjawab. Pasalnya, tambah Teungku Muharuddin lagi, akan muncul kesan negatif seolah-olah umat Islam bersalah dan bertindak anarkis.
“Kita meminta kepada pemerintah, baik di tingkat Aceh maupun Pemkab maupun MPU setempat agar terus pro aktif dalam minimalisir sehingga tidak jatuh korban jiwa diantara kedua belah pihak, baik dari kalangan muslim maupun kristiani,” ujarnya lagi.
Selanjutnya, Teungku Muharuddin juga meminta tokoh umat beragama di Aceh Singkil untuk terus membangun komunikasi yang harmonis guna mencegah merebaknya isu negatif. Menurutnya, komunikasi yang dibangun secara persuasif mampu menjalin kembali kerukunan antar beragama di bumi As-Singkily tersebut.
Kita sangat menyesalkan kejadian berdarah yang telah menimpa kedua sausages kita, baik umat Islam maupun kristiani. Untuk itu perlu dibangun komunikasi yang baik antarumat beragama di sana. Peristiwa berdarah ini jangan terulang lagi dan ini yang pertama dan terakhir kali ini terjadi di bumi As-Singkily. Begitu juga pihak atau dalang yang terlibat di balik kejadian ini harus diproses secara Hukum,” katanya. [] (mal)