BANDA ACEH – Kepala UPTD Taman Seni dan Budaya Banda Aceh, Suburhan, S.H., menyebut terjadi miskomunikasi sehingga munculnya aksi protes para seniman seni rupa yang merasa kecewa terhadap pengelola gedung taman tersebut.
Sebenarnya miskomunikasi. Wewenang untuk penyewaan Gedung Taman Budaya itu Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Aceh. Semua izin tempat, mereka sewa pun di sana, kita hanya menerima. Jadi, wewenang penyewaannya itu berada di BP2T Aceh, kata Suburhan dihubungi portalsatu.com melalui telpon, Kamis, 27 April 2017.
Suburhan menjelaskan, pihaknya sejak awal menyampaikan kepada panitia pameran seni rupa bahwa UPTD Taman Budaya telah mengambil risiko dengan mengizinkan digelar pameran tersebut di lobi gedung. Sebab, jauh sebelum para seniman meminta izin membuat acara, gedung telah terlebih dahulu disewa pihak lain.
Saya bilang kalau di tanggal itu sudah disewa, sudah disewakan oleh orang lain, siswa sekolah. (Dijawab) tidak apa-apa pak, katanya kami kan cuma pakai di lobi. Sebenarnya pakai lobi itukan orang pintu masuk itu. Jadi, sebenarnya saya ambil risiko ini Gam (Agam dari panitia pameran seni rupa). '(Dijawab lagi) kami jamin tidak apa-apa pak', katanya, ujar Suburhan menjelaskan tentang komunikasi dia dengan pihak seniman sebelum digelarnya pameran lukisan itu.
Sebenarnya tidak boleh dipakai itu, karena sudah disewa sama orang lain jauh-jauh hari. Perpisahan itu (siswa SMA) sebelumnya sudah sebulan dua bulan disewa, kata Suburhan.
Terkait pameran seni rupa di Taman Budaya, Suburhan menjelaskan, rencana acara awalnya bukan di Taman Budaya, tetapi di Taman Sari Banda Aceh. Karena dillaporkan susahnya mengurus administrasi perizinan, kata dia, pihak seniman meminta pihak pengelola untuk memberikan tempat di Gedung Taman Budaya.
Mereka mengeluh perizinannya sangat sulit mereka masuk, kemudian biaya sewanya juga tinggi. Mereka menghadap ke saya, si Kamaruzzaman Agam (Kamar Agam) itu dia datang ke saya. 'Pak, kami mau buat pameran di Taman Budaya karena kami tidak ada uang, perizinan di sana juga sulit', katanya, ujar Suburhan.