Kini, hampir semua orang sudah mendengar bahwa ganja dapat meringankan penderitaan pengidap kanker, terutama dalam mengurangi beberapa efek samping kemoterapi yang tidak menyenangkan. Tentu saja ganja dapat mencegah mual, merangsang nafsu makan, serta meredakan rasa sakit dan membuat tidur makin pulas. Namun sanggupkah tanaman ini menyembuhkan kanker? Telusurilah internet dan akan Anda temui ratusan, bahkan ribuan, klaim tersebut. Orang yang menelan mentah-mentah semua informasi di Google tentu akan langsung percaya bahwa umat manusia hampir menemukan obat ajaib penyembuh kanker.
Mayoritas klaim ini belum terbukti secara ilmiah dan ada yang murni kebohongan. Namun ada pula yang menyinggung bukti laboratorium yang menunjuk kanabinoid sebagai kans agen antikanker, dan banyak laporan ini mengarah ke laboratorium di Spanyol yang dijalankan oleh pria bijak dan cermat bernama Manuel Guzmán.
Guzmán adalah ahli biokimia yang meneliti ganja selama kira-kira 20 tahun. Saya mengunjunginya di kantornya di Complutense University of Madrid, gedung berlapis grafiti emas di bulevar yang dijejeri pepohonan. Lelaki tampan di awal 50-an ini memiliki mata biru dan rambut cokelat kusut dengan aksen warna kelabu. Bicaranya cepat, dengan suara lirih yang menarik pendengar untuk mencondong mendekat. Ketika tajuk berita di surat kabar menggembar-gemborkan bahwa Ganja Mampu Menaklukkan Kanker Otak!, itu tidak benar, tegasnya. Ada banyak klaim yang beredar di internet, tetapi mereka amat, sangat lemah.
Dia mengerjap dengan ekspresi serius, lalu berbalik ke komputernya. Namun, mari saya tunjukkan sesuatu.
Di layarnya berkedip dua citra MRI otak tikus. Ada tumor besar yang bersarang di belahan otak kanan hewan tersebut, yang disebabkan oleh sel tumor otak manusia yang disuntikkan oleh para peneliti Guzmán. Ia memperbesar citra tersebut. Tumor itu tampak menonjol dan menyeramkan. Saya rasa hewan itu tak akan bertahan lebih lama lagi. Hewan ini diobati dengan THC selama seminggu, lanjut Guzmán. Dan inilah yang terjadi sesudahnya. Dua gambar yang mengisi layarnya kini tampak normal. Tumor itu tak hanya menyusut, namun juga lenyap tak berbekas! Seperti yang dilihat, tumornya raib.
Dalam penelitian ini, Guzmán dan rekan-rekannya, yang merawat hewan pengidap kanker dengan senyawa ganja selama 15 tahun, menemukan bahwa tumor di tubuh sepertiga tikus, berhasil dibasmi dan pada sepertiga lainnya terus berkurang.
Temuan ini tentu menggembirakan dunia, dan Guzmán khawatir terobosan penelitiannya akan memberi harapan palsu bagi penderita kanker dan bahan bakar bagi klaim tak berdasar di internet. Masalahnya, katanya, tikus bukan manusia. Kami belum tahu apakah metode ini bisa diterapkan dan sukses pada manusia.