BANDA ACEH Massa Forum Paguyuban Mahasiswa Aceh Singkil menggelar aksi di Simpang Lima Banda Aceh, Selasa, 13 Oktober 2015. Aksi spontan tersebut dilakukan sebagai bentuk kepedulian mahasiswa yang berasal dari Singkil terhadap kisruh keagamaan di tempat asal mereka.
Kami berharap pemerintah Singkil jangan hanya diam terhadap kisruh ini, kata Idir Ali Angkat, salah satu orator aksi kepada wartawan.
Dia mengatakan konflik keagamaan di Singkil sudah terlalu lama dan sampai sekarang belum ada jalan keluar yang pasti. Sayangnya sekarang konflik tersebut menelan korban.
“Konflik ini sudah sangat lama. Kami juga berharap pemerintah provinsi juga ambil bagian untuk menyelesaikan konflik agama yang sudah berkepanjangan ini, kata Idir Ali Angkat.
Sebelumnya diberitakan, Bupati Safriadi bersama jajaran Muspida telah menggelar rapat koordinasi dengan tokoh masyarakat, tokoh agama dan sejumlah Ormas di Aceh Singkil, Senin kemarin.
Hasil rapat koordinasi dengan para pihak terkait disepakati akan dilakukan pembongkaran 10 gereja mulai 19 Oktober 2015. Sedangkan gereja lainnya yang tidak dibongkar, diminta segera mengurus izin sesuai persyaratan diatur undang-undang tentang pendirian rumah ibadah. Saat ini terdapat sekitar 23 gereja di Aceh Singkil.
Namun informasi yang diterima portalsatu.com, ada beberapa warga yang tidak puas dengan hasil rapat tersebut dan menginginkan pembongkaran rumah ibadah dilakukan secepatnya. Hal inilah yang kemudian menyulut bentrokan antara kedua belah pihak.[](bna)