Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Aceh perlu bersinergi dengan Dinas Syariah Aceh untuk bahu-membahu menangkal maraknya penyebaran pornografi dan narkoba. Demikian diungkapkan Anggota Komisi VIII DPR RI Rahayu Saraswati Dhirakarya Djojohadikusumo, saat kunjungan kerja ke Kantor P2TP2A Provinsi Aceh baru-baru ini.
Dirinya cukup prihatin karena ketika membicarakan anak-anak muda Aceh kerapkali identik dengan ganja, sementara kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak juga masih cukup tinggi. Faktor tingginya penyebaran dan pemakaian narkoba (ganja) di kalangan anak muda Aceh tentu bisa menjadi pemicu maraknya kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan dan anak-anak.
Konseling kejiwaan bagi para korban kasus kekerasan dan pelecehan seksual serta program rehabilitasi para pecandu narkoba sudah menjadi kebutuhan mendesak untuk menekan penyebarannya, kata Rahayu.
Politisi Gerindra ini juga menekankan bahwa pemahaman akan bahaya (efek negatif) teknologi informasi melalui berbagai media sosial (medsos) yang mengandung konten pornografi, cyber sex, faham radikal serta aliran sesat tidak hanya ditujukan kepada anak-anak, tapi orang tua juga perlu mendapat pembelajaran.
Butuh solusi kreatif misalnya melalui pendidikan kesehatan untuk meredam dampak dari pergaulan bebas, dengan menjelaskan risiko tertular berbagai penyakit berbahaya seperti HIV AIDS jika melakukan seks pranikah secara tidak bertanggung jawab. Ia mencontohkan, di Pakistan yang notabene juga mayoritas muslim dengan pakaian tertutup (hijab) namun kasus pemerkosaan di sana juga tinggi.
Ini artinya gaya berpakaian masyarakat tidak sepenuhnya bisa menjamin dari ancaman kasus pemerkosaan, jika berbagai sumber pemicu seperti pornografi di media sosial dan narkoba tidak secara serius dibendung dan diberantas, ujar Politisi Dapil IV Jateng ini.
Senada dengannya, Wakil Ketua Komisi VIII DPR Ledia Hanifa Amaliah menyoroti maraknya kasus orang tua menelantarkan anak-anak terutama di daerah-daerah miskin. Oleh karenanya peran P2TP2A sangat strategis dalam rangka memberikan ketrampilan perempuan-perempuan yang hidup di kantong-kantong kemiskinan.