TERKINI
NEWS

Silaturahmi dengan Jurnalis, Ini Kata TA Khalid Soal Aceh

BANDA ACEH - Calon Wakil Gubernur Aceh TA Khalid bersilaturahmi dengan sejumlah wartawan di Sekber Jurnalis, pusat Kota Banda Aceh, Rabu, 26 Oktober 2016 sekitar…

MURDANI ABDULLAH Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 1.3K×

BANDA ACEH – Calon Wakil Gubernur Aceh TA Khalid bersilaturahmi dengan sejumlah wartawan di Sekber Jurnalis, pusat Kota Banda Aceh, Rabu, 26 Oktober 2016 sekitar pukul 11.00 WIB. Silaturahmi dengan agenda kopi bersama wartawan ini turut membahas beberapa hal penting yang bakal dilakukan kontestan Pilkada 2017 tersebut.

TA Khalid yang kali ini mendampingi Muzakir Manaf di pesta demokrasi memaparkan beberapa harapan yang ingin dilakukan, terutama menyangkut isu-isu mempertahankan perdamaian di Aceh. “Sebenarnya apa yang sudah dijanjikan harus diselesaikan jangan sampai jadi bara api di kemudian hari. Ini harapan Mualem untuk memperkuat perdamaian di Aceh,” kata TA Khalid.

Di sisi lain, Ketua Gerindra Aceh tersebut mengatakan apa yang harus dilakukan oleh semua pihak untuk daerah ini. Salah satunya adalah database jumlah penduduk miskin dan anak yatim di Aceh.

“Berapa jumlah anak yatim yang ada di Aceh? Berapa jumlah orang miskin di Aceh? Ini yang belum ada data real dimiliki oleh Aceh,” katanya.

Menurutnya database tersebut sangat diperlukan untuk membangun Aceh. Dia mengibaratkan hal itu sebagai pondasi sebuah pembangunan. Selanjutnya, TA Khalid juga mencontohkan bagaimana Mahathir Muhammad membangun Malaysia melalui database.

“Kita jangan sibuk bicara tentang pembangunan, mengobati Aceh itu harus mengetahui apa penyakit yang diderita daerah ini,” katanya.

TA Khalid juga mengungkapkan program infrastruktur yang saban tahun anggaran dilakukan. Salah satunya seperti pembangunan jalan-jalan protokol. Menurutnya salah satu penyebab jalan lintas provinsi dan kabupaten cepat rusak disebabkan beban berlebih mobil-mobil angkutan.

“Selama ini truk kontainer sering kita lihat melewati jalan protokol, dan ini pula yang menjadi pemicu infrastruktur jalan rusak,” katanya.

Menurut pimpinan Gerindra ini, hal tersebut dipicu karena Aceh tidak memiliki port untuk memindahkan kontainer dari kapal ke pelabuhan atau sebaliknya. “Aceh tidak memiliki port. Ini yang harus ada di Aceh karena selama ini pelabuhan yang ada di Aceh hanya memfungsikan crane,” ujarnya.[]

MURDANI ABDULLAH
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar