LHOKSEUMAWE – Kapolres Lhokseumawe bersama tokoh lintas agama melakukan pertemuan untuk menyikapi konflik sosial yang sedang terjadi di Kabupaten Aceh Singkil di Mapolres setempat, Sabtu 17 Oktober 2015 sore.
 
Pertemuan  dipimpin langsung oleh Kapolres Lhokseumawe AKBP Anang Triarsono, SIK serta turut hadir Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Kota Lhokseumawe, Teungku H. Asnawi Abdullah, Asisten I Setdako Lhokseumawe,T. Mochtar Mohd Said, Kepala Kesbangpol dan Linmas Drs. Ridwan Jalil, Waka Polres Lhokseumawe Kompol Isharyadi, Pengurus Gereja HKBP Zainal Juntak, pengurus Katolik Aguslim, pengurus Vihara Buddha Bestari Lautani, jajaran Kodim 0103/Aceh Utara serta sejumlah tamu undangan lainnya.
 
Kapolres Lhokseumawe, AKBP Anang Triarsono, SIK, dalam pertemuan tersebut mengatakan, demi mewujudkan rasa aman kepada sesama umat beragama pihaknya telah  berkoordinasi dengan Wali Kota Lhokseumawe beberapa saat lalu,  untuk mendirikan pos pengamanan di Simpang Suzuya guna memberikan rasa aman kepada masyarakat Kota Lhokseumawe. 
 
Tak hanya itu, ia juga menyarankan agar dipasang CCTV pada tempat-tempat strategis, agar dapat memantau kegiatan masyarakat dalam beraktivitas,

“Semoga dengan adanya acara ini, semua pihak, terutama pemerintah dan aparat penegak hukum dapat memberikan rasa aman kepada masyarakat terkait kasus di Singkil dan Sabang,” ujar AKBP Anang Triarsono.
 
“Kita tetap melakukan patroli rutin tiap malamnya, hal ini  untuk mencegah aksi krimininalitas di wilayah hukum Polres Lhokseumawe serta agar memberikan keamanan pada masyarakat dan juga termasuk rumah ibadah,”kata Kapolres. [] (mal)