BANDA ACEH – Tampilan jenaka dan gaya apa adanya dari sosok Zakaria Sama mengundang perhatian tersendiri. Kali ini, gaya khasnya itu ia tampilkan saat menjadi pembicara dalam diskusi publik membahas dinamika pilkada 2017 mendatang.
Dalam diskusi diprakarsai oleh The Aceh Institute bekerja sama dengan KAHMI itu, ia tak segan-segan menggunakan bahasa Aceh saat menyampaikan pendapatnya. Meski pematerinya sebelumnya, Abdullah Puteh menyampaikan pemikiran dengan bahasa Indonesia.
“Nyoe pu bahasa ta peugah,” celutuk pria yang akrab disapa Apa Karya tersebut hingga dipanggil “paman” oleh moderator.
Meski Apa Karya mencampur antara bahasa Aceh dan bahasa Indonesia, namun ia tak sedikit pun gugup dalam berbicara. Walau forum tersebut dihadiri berbagai kalangan termasuk akademisi, ia dengan santai menyampaikan pendapatnya.
Berbeda dengan pemateri lain, saat Apa Karya menyampaikan isi pikirannya, tawa peserta diskusi tidak terbendung. Padahal, isu yang ia bawakan adalah persoalan serius seperti ekonomi, politik dan kestabilan keamanan. Namun dengan gayanya yang khas, ia bisa mengkomunikasikan hal tersebut dengan cara yang berbeda.