BANDA ACEH – Hari ini, 22 April 2017, Kota Banda Aceh genap berusia 812 tahun. Peringatan Hari Jadi Kota Banda Aceh digelar dalam Sidang Paripurna Istimewa DPRK setempat, Sabtu, 22 April 2017.
Sidang Peringatan HUT ke-812 Kota Banda Aceh, dipimpin Ketua DPRK Arif Fadillah, dan dihadiri Wali Kota Illiza Saaduddin Djamal. Dalam sambutannya, Illiza menyampaikan sejumlah pencapaian selama memimpin kota ini, baik saat masih bersama (almarhum) Mawardy Nurdin maupun ketika dirinya memegang kendali dengan wakilnya Zainal Arifin.
Kita bangkit dari peperangan, bertahan dari dampak konflik, hingga berhasil menjadi kota percontohan yang dapat bertahan dari dahsyatnya bencana alam gempa bumi dan tsunami, yang tercatat sebagai salah satu musibah terbesar di dunia. Sungguh Banda Aceh menjadi kota yang dewasa yang berhasil mengubah berbagai cobaan tersebut menjadi pembelajaran dan semangat untuk maju, ujar Illiza.
Illiza menyebut gempa bumi dan tsunami pada 26 Desember 2004 menghancurkan lebih kurang 2/3 wilayah kota, memakan korban jiwa lebih 61 ribu penduduk, merusak 21 ribu lebih rumah, 169 sekolah, 25 unit sarana kesehatan, 63 kantor pemerintahan, dan 9 unit pasar, serta 302 Km jalan rusak. Banda Aceh saat itu dalam kondisi terpuruk, lumpuh, pelayanan publik tidak dapat berjalan, masyarakat kehilangan mata pencahariannya dan banyak di antara mereka yang harus belajar memulai hidup baru jauh dari lokasi kampung halamannya.