<!–StartFragment–>KENDATI ada kecurigaan kepada militan ISIS yang tujuh bulan lalu meledakkan sebuah pesawat di atas Mesir, namun hingga kini belum ada satu pun kelompok teroris yang mengaku bertanggungjawab terhadap jatuhnya pesawat Airbus A320 milik EgyptAir selagi terbang dari Paris ke Kairo.
Kecurigaan atas ulah militan ini juga beralasan mengingat banyak kelompok garis keras di Mesir yang tengah memerangi pemerintahan Mesir dengan cara-cara teror.
Mereka angkat senjata sejak Presiden Abdel Fattah al-Sisi menggulingkan pemerintahan kubu Islam yang terpilih lewat Pemilu pada 2013.
Buktinya, pada Oktober tahun lalu, ISIS mengaku bertanggungjawab atas meledaknya pesawat penumpang Rusia setelah tinggal landas dari sebuah kota wisata di Mesir. Ketika itu Rusia menenggarai bom telah diselundupkan masuk ke pesawat yang meledak itu.
Insiden tersebut serta merta berdampak pada kehancuran industri pariwisata Mesir yang merupakan sumber devisi utama bagi negara berpenduduk 80 juta orang ini.
Pesawat EgyptAir dengan nomor penerbangan MS804 dilaporkan menghilang ketika bergeser dari Yunani ke wilayah udara Mesir pada Kamis lalu (19/5/2016).
Menteri Pertahanan Yunani Panos Kammenos menyatakan EgyptAir MS804 berbelok tajam dari jalur terbangnya dan turun menukik dari ketinggian 37.000 kaki sampai 15.000 kaki sebelum hilang dari layar radar Yunani.
Para pejabat sejumlah badan AS berkata kepada Reuters bahwa berdasarkan citra satelit milik AS sejauh ini tidak memperlihatkan ada tanda ledakan. Mereka mengungkapkan bahwa AS tidak mengesampingkan faktor-faktor apa pun yang menyebabkan pesawat jatuh, termasuk faktor kesalahan mesin, terorisme, atau tindakan sengaja pilot atau awak.
Sementara itu tiga penyelidik dari Prancis dan seorang pakar teknis dari Airbus telah tiba di Kairo, Jumat pagi kemarin (20/5/2016), kata sumber-sumber bandara.
Adam Schiff dari Komisi Intelijen DPR AS membantah pernyataan tokoh-tokoh AS termasuk dua calon presiden Donald Trump dan Hillary Clinton bahwa terorisme kemungkinan besar ada di balik jatuhnya EgyptAir MS804.
“Pada titik ini, kami tetap tidak memperkuat teori bahwa terorisme telah menjatuhkan pesawat itu atau ada masalah struktural pada pesawat itu,” katanya kepada CNN.
“Tentu saja, latar belakang dari terorisme yang kita saksikan pada pesawat Rusia di Sharm el-Sheikh dan sudah berulangkalinya kita melihat bahwa tidak hanya ISIS namun AQAP (Alqaeda), masih sangat berpeluang dan sangat ingin menjatuhkan pesawat. Namun kenyataannya, kami belum punya bukti bahwa ini aksi terorisme,” imbuh Schiff.
