BANDA ACEH – Pesawat militer Angkatan Udara Amerika (US Air Force) jenis C-17 akan kembali ke pangkalan Diego Garcia, Samudera Hindia, Selasa, 4 April 2017. Pesawat ini khusus mendarat di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blang Bintang untuk membawa mesin Boeing 707, yang terpaksa mendarat darurat di Aceh pada Jumat, 24 Maret 2017 lalu.

“Kalau pesawat yang C-17 ini, setelah unloading mereka akan kembali. Rencananya menurut jadwal tadi, setengah 9 malam,” kata Komandan Lanud Sultan Iskandar Muda Kolonel Penerbang Suliono, kepada wartawan sore tadi.

Pantauan portalsatu.com, terlihat lima unit truk tanki berisi bahan bakar minyak avtur sedang bersiap-siap mengisi bahan bakar untuk pesawat C-17 di bandara. Danlanud Suliono menyebutkan truk-truk tanki tersebut menyuplai 120 ton avtur.

“Bahan bakar tadi informasi 120 ton, informasi dari ground handling untuk memenuhi ini semua,” kata Suliono.

Seperti diketahui, pesawat angkut militer US Air Force Boeing 707 terpaksa mendarat darurat di Aceh, Maret 2017 lalu. Pesawat tersebut terbang dengan misi khusus dari pangkalan militer AS di Diego Garcia, Samudera Hindia menuju Jepang.

Informasi menyebutkan, Boeing 707 milik negara Paman Sam tersebut merupakan unit udara milik militer yang bertugas mendeteksi nuklir di atmosfir. Disebutkan, pesawat tersebut hanya ada dua di dunia yang salah satunya sekarang berada di Bandara Udara SIM Blang Bintang, Aceh.[]