JAKARTA – Festival Kopi dan Kakao ke-2 Apkasi 2015 di Jakarta tidak hanya ajang pameran, promosi dan perluasan pasar bagi daerah penghasil dua komoditi unggulan: kopi dan kakao. Festival tersebut turut dimanfaatkan sejumlah daerah untuk mempromosikan komoditas lain.

Berdasarkan siaran pers diterima portalsatu.com, Kabupaten Bandung merupakan salah satu contoh daerah yang berusaha meraih keuntungan dari festival tahunan ini. Meski memamerkan kopi dari dataran Sunda, booth (stan) Kabupaten Bandung juga menyuguhkan aneka teh yang lebih populer ketimbang komoditas kopi.

Aan (27) salah seorang penjaga booth sempat menyuguhkan secangkir kopi putih saat ada orang yang mengunjungi booth Periangan tersebut, Sabtu, 7 Nopember 2015.

“Silakan aja Pak. Ini teh putih, varian baru dari teh hijau. Khasiatnya banyak”, ujarnya dengan ramah setengah berpromosi.

Selain Kabupaten Bandung, booth Kabupaten Tapanuli Utara turut mempromosikan komoditas “antik” yang tidak dimiliki kabupaten lain: kemenyan. Meski kopi turut terpajang di etalase berukuran mini, kemenyan dari berbagai kualitas terpajang di bagian paling depan.

“Ini kualitas satu, yang ini kualitas nomor dua. Kemenyan kelas satu hanya terdapat di daerah kami”, ujar Butet, seorang penjaga booth Taput dengan bangga.

Kabupaten Kendal Jawa Tengah lebih menarik lagi. Luwak sudah dijinakkan menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Ada pula Kabupaten Merangin yang memamerkan penganan  terbuat dari durian.

Panitia juga menyuguhkan berbagai aneka, mula idari hipnoterapi hingga dialog tentang kopi dengan mendatangkan para pakar dan praktisi.[]