MEUREUDU – Rektor Universitas Syiah Kuala Prof. Samsul Rizal menyerahkan Rumah Sakit (RS) Kontainer kepada Pemerintah Pidie Jaya (Pijay) yang diterima Bupati Aiyub Abbas, di halaman RS Kontainer itu, Senin, 7 Agustus 2017.
Prof. Samsul mengatakan, pembangunan RS Kontainer merupakan salah satu upaya Unsyiah untuk membantu masyarakat Pijay guna menanggapi musibah gempa bumi yang menimpa kabupaten ini pada 7 Desember 2016. Pascagempa Pijay, Unsyiah merespon secara cepat dan baik di masa tanggap darurat hingga pemulihan jangka panjang, katanya.
Samsul menyebutkan, pembangunan RS Kontainer, salah satu dari enam program prioritas jangka panjang Unsyiah untuk Pijay. Yaitu pendampingan proses pembangunan fisik bangunan dan infrastruktur, pembangunan RS Kontainer, memetakan patahan aktif di Aceh, membantu pemulihan bidang pendidikan melalui KKN Tematik, menginisiasi Rumoh Pembelajaran Gempa, dan penyusunan naskah akademik Qanun Pendidikan Kebencanaan di Aceh.
Keenam program prioritas tersebut masih terus berlangsung, dan Unsyiah meminta dukungan dari Pemerintah Aceh untuk menjadikan Aceh yang aman dari bencana, ujar Samsul.
Menurut Samsul, penggalangan dana mencapai Rp546 juta dari berbagai pihak dialokasikan sepenuhnya untuk pembangunan RS Kontainer. Setelah serah terima ini, secara resmi kepemilikan dan penggunaan RS Kontainer menjadi tanggung jawab Pemkab Pijay. Unsyiah dengan sumber daya yang ada akan terus berkontribusi dalam membantu pemulihan jangka panjang di Pijay, khususnya melalui impelementasi keenam program prioritas yang telah dirumuskan, katanya.
RS Kontainer ini dibangun atas Prakarsa Bersama Unsyiah, Ikatan Keluarga Alumni (IKA) Jakarta, Banda Aceh, dan Pijay bersama Pemkab Pijay. Unsyiah juga telah mengajukan pengadaan seismograf kepada Pemerintah Aceh untuk dipasang di seluruh wilayah Aceh, khususnya daerah yang rawan gempa. Diharapkan, tahun 2018 pengajuan tersebut dapat direalisasikan Pemerintah Aceh untuk pengurangan risiko bencana akibat gempa.
Rencananya Unsyiah juga akan membantu pembangunan 1.239 rumah duafa tipe 28 berasal dari APBK Pijay yang diperkirakan akan rampung sekitar empat bulan. Angka kemiskinan diperkirakan akan turun di tahun 2018 jika rumah tersebut dapat dibangun, karena rumah layak huni menjadi pertimbangan indikator kemiskinan.