LHOKSUKON Muldani alias Dani, 35 tahun, narapidana perkara memproduksi (pabrik) sabu dijemput tim Badan Narkotika Nasional (BNN) Pusat di Rutan Cabang Lhoksukon, Aceh Utara, Kamis, 4 Mei 2017, sekitar pukul 09.10 WIB.
Iya, tadi pagi pihak BNN Pusat datang. Mereka menjemput Muldani alias Dani, narapidana kasus produksi sabu di Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, untuk dibawa ke Jakarta. Muldani sangat mahir dalam mengajarkan racikan sabu, hingga menghasilkan kualitas sabu yang sangat baik, kualitas nomor satu, ujar Kepala Rutan Cabang Lhoksukon Effendi dihubungi portalsatu.com via telepon seluler.
Menurut Effendi, sesuai penjelasan pihak BNN, Muldani dibawa ke Jakarta terkait pengembangan kasus pembuatan (produksi) sabu di Cinere, Depok, Jawa Barat. Dalam kasus pabrik sabu di Depok, katanya dikendalikan oleh dua narapidana. Satu atas nama Muldani, napi kita (Rutan Lhoksukon), sedangkan satu lainnya berinisial Dit, dari Lapas Cipinang. Tadi, Muldani dibawa dari Lhoksukon menuju Bandara Malikussaleh. Setelah itu direncakan transit di Medan dan lanjut ke Jakarta, pungkas Effendi.
Diberitakan sebelumnya, Muldani ditangkap bersama dengan rekannya, Edy Subhan karena memproduksi sabu di Paloh Lada, Kecamatan Dewantara, Aceh Utara. Kasus itu juga melibatkan satu napi dari Lapas Lhokseumawe atas nama Muzakir.
Muldani kemudian divonis 15 tahun penjara oleh majelis hakim Pengadilan Negeri Lhoksukon, Aceh Utara, 22 Maret 2017. Vonis itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU), yakni 18 tahun penjara. (Baca: Ini Vonis Hakim Terhadap Tiga Terdakwa Perkara Pabrik Sabu Aceh Utara)