Banda Aceh – Dua pucuk senjata api yang disita polisi dari dua pelaku penculikan pegawai negeri sipil merupakan senjata yang beredar semasa konflik Aceh.
Kapolda Aceh Irjen Husein Hamidi mengatakan, sebagai daerah bekas konflik, masih banyak masyarakat yang menyimpan senjata api sisa konflik Aceh. Namun, dia tidak bisa menyebutkan berapa jumlah pasti senjata yang masih beredar di masyarakat.
Husein menyebutkan, sejak perjanjian damai, polisi udah memotong 840 pucuk senjata dari mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) pada tahun 2006. Di tahun 2013, sebanyak 900 pucuk senjata kembali diserahkan oleh masyarakat kepada polisi. Begitu juga dengan pengumpulan senjata api beberapa bulan lalu di daerah Aceh Timur dari kelompok Din Minimi.
“Dan itu masih ada sisanya,” kata Husein Hamidi, di Mapolda Aceh, Selasa (2/2/2016).
Terkait pelaku penculikan pegawai di jajaran pemerintah Aceh, polisi masih belum memastikan apakah keempat pelaku adalah bekas kombatan GAM atau termasuk dalam kelompok bersenjata yang ada di Aceh. “(Pelaku) masyarakat biasa, belum tahu itu mantan kombatan atau apa,” kata dia.[] Sumber: metrotvnews.com
TAK BERKATEGORI
Senjata Api Sisa Konflik Masih Beredar di Aceh
Banda Aceh - Dua pucuk senjata api yang disita polisi dari dua pelaku penculikan pegawai negeri sipil merupakan senjata yang beredar semasa konflik Aceh. Kapolda…
Baca Juga
News
Danrem Teuku Umar Terima 4 Pucuk Senjata Api dari Eks-GAM
8 Oktober 2017
News
Selain Senjata, Polri Juga Impor 5.000 Peluru untuk Brimob
30 September 2017
Hukum
Lele: Saya Membunuh Korban Karena tak Kunjung Bayar Utang
28 September 2017Artikel Terkait
Lihat Semua →[ Foto ]
NEWS
Danrem Teuku Umar Terima 4 Pucuk Senjata Api dari Eks-GAM
[ Foto ]
NEWS
Selain Senjata, Polri Juga Impor 5.000 Peluru untuk Brimob
[ Foto ]
HUKUM
Lele: Saya Membunuh Korban Karena tak Kunjung Bayar Utang
[ Foto ]
NEWS