SUBULUSSALAM – Banjir yang melanda Subulussalam, Minggu, 31 Januari 2016, mengakibatkan empat jembatan ambruk. Kondisi itu berdampak terisolirnya sembilan desa di Kecamatan Longkib, Subulussalam.
Keterangan diterima portalsatu Camat Longkib, Hal Haris, mengatakan, hujan deras yang menguyur Kota Subulussalam sejak Sabtu malam lalu mengakibatkan terjadinya banjir dan merusak empat jembatan.
Hal Haris mengatakan, jembatan Sikerabang dan Rantau Panjang berada di jalan utama yang merupakan satu-satunya akses menuju pusat kota pemerintah Kota Sulussalam.
Menurut dia, dua jembatan lainnya berada di Desa Bukit Alim yang selama ini penghubung antardusun. Keempat jembatan itu ambruk setelah dihantam banjir sekitar pukul 02.00 WIB kemarin, Minggu.
Akibatnya, kata Haris, sembilan desa di Kecamatan Longkib terisolir, yakni Desa Sepang, Longkib, Panji, Darul Makmur, Lae Saga, Bangun Sari, Darussalam, Sikerabang dan Bukit Alim.
“Jangankan mobil, sepeda motor saja tidak bisa lewat, karena kondisi jembatan putus total,” ujarnya.
Ia menyebut banjir kali ini merupakan yang terparah. Akibat arus air yang sangat kencang sehingga merobohkan sejumlah jembatan di wilayah itu.
Menurut Haris, hasil pertemuan dengan Sekretaris Daerah (Sekda) Subulussalam, diperintahkan kepada dinas dan badan terkait untuk melakukan penanganan secepat mungkin, seperti mengirim bantuan masa panik selama lima hari.
Selain itu, ia menyatakan, segera dikerahkan rakit fiber di lokasi jembatan rusak, sehingga masyarakat sembilan desa bisa segera melintas dalam waktu yang tidak begitu lama.
“Hasil rapat dengan Sekda dan dinas badan terkait, Longkib darurat bencana sehingga dibutuhkan penanganan serius,” katanya.[]
Laporan Wahda