BANDA ACEH – Memasuki satu dekade Pemilihan Duta Wisata Aceh (PDWA), pada tahun ini akan diangkat sesuatu yang beda dari tahun sebelumnya. Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh melalui Kepala Bidang Pemasaran Disbudpar Aceh, Rahmadhani dalam pertemuan terbatas membahas sosialisasi PDWA 2017, Selasa, 19 September 2017.
“Ada beberapa item di PDWA tahun ini yang akan sedikit beda, hal ini tidak terlepas dari berbagai masukan dan juga pertimbangan soal promosi pariwisata yang ke depan terus ditekankan lewat media digital, salah satunya pendaftaran peserta melalui daring di situs resmi Disbudpar Aceh,” katanya.
Sejumlah persyaratan, tambah Rahmadhani, juga mulai diperketat bagi daerah, yakni calon peserta PDWA 2017 yang terdaftar melalui daring memiliki akun media sosial aktif yang jauh-jauh hari akan menjadi penilaian panitia pelaksana.
“Keberadaan media digital, khususnya media sosial, saat ini menjadi hal penting dalam melakukan promosi destinasi pariwisata yang ada di daerah, hal ini diperlukan sejalan dengan yang dilakukan Disbudpar Aceh lewat program go digital untuk sejumlah destinasi yang telah memenuhi 3A (akses, amenitas, dan atraksi) serta sudah siap untuk diviralkan,” jelasnya.
Dengan adanya gelaran PDWA 2017 ini, kata Rahmadhani, pemerintah kabupaten/kota diharapkan memberikan dukungan dan peningkatan kapasitas kepada calon peserta duta wisata yang akan dikirimkan ke tingkat provinsi. “Hal ini penting sebagai bentuk keseriusan daerah kepada duta wisata agar tampil lebih baik dan percaya diri dalam mempromosikan daerahnya masing-masing.”