BANDA ACEH — Hingga November 2017 tercatat sepuluh gajah ditemukan mati di Provinsi Aceh. Yang teranyar, bangkai gajah ditemukan di Gampong Lhok Geulumpang, Kecamatan Setia Bakti, Aceh Jaya pada Kamis, 2 November 2017.
Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam (BKSDA) Aceh Sapto Aji Prabowo mengatakan, angka kematian gajah di tahun 2017 paling tinggi dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.
“Betul ada sepuluh gajah yang mati di tahun 2017 ini. Sembilan gajah liar dan satu gajah jinak,” ujarnya saat dikonfirmasi portalsatu.com, Jumat, 3 November 2017.
Ia memaparkan, dari jumlah itu tiga gajah yang mati di antaranya ditemukan di Aceh Timur dengan penyebab kematian satu ditembak dan dua tersengat listrik di Peunaron. Kematian gajah akibat ditembak juga ditemukan satu kasus di Aceh Tengah. Selanjutnya satu anak gajah mati karena jatuh ke jurang di Tangse, Pidie.
Baca: Polisi Bekuk Sindikat Perniagaan Gading Gajah
Satu gajah lainnya mati akibat infeksi di Seulawah, Saree, Aceh Besar. Seekor anak gajah yang terpisah dari rombongan dan mengalami malanutrisi akhirnya juga mati setelah lima bulan dirawat di PLG Saree, Aceh Besar. Seekor gajah jinak di PLG Saree juga mengalami kematian setelah terkena Elephant endotheliotropic herpes virus (EEHV).
Di Gayo Lues juga ditemukan satu kasus kematian gajah akibat diracun. Terakhir, temuan bangkai gajah di Aceh Jaya kemarin yang diduga juga karena diracun.
Jumlah kematian gajah yang cukup besar di tahun ini menurut Sapto sangat memprihatinkan. Ia mendorong para pemangku kebijakan untuk membicarakan persoalan ini.
“Saya akan dorong semua stakeholder, duduk untuk membicarakan upaya yang harus dilakukan untuk perlindungan gajah,” katanya.