LHOKSEUMAWE – Keinginan mengesahkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2016 melalui Peraturan Gubernur (Pergub) dinilai berada di luar nalar dan akal sehat. Pasalnya saat ini Pemerintah Aceh sedang gencar-gencarnya melakukan kampanye membangun daerah secara bersama-sama.
Demikian disampaikan Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Garda Pemuda Nasdem Aceh Utara, Mahadir, kepada portalsatu.com, Senin, 28 Desember 2015. Mahadir mengatakan keputusan tersebut terlalu ambisius lantaran khawatir adanya program-program titipan dalam menyambut tahun politik.
“Jika kekhawatiran memang ada, silakan ungkapkan ke publik. Apa programnya, berapa nominalnya dan siapa penerima manfaatnya,” ujar Mahadir.
Dia mengatakan pengesahan APBA dalam bentuk Pergub tidak menjamin anggaran itu tepat sasaran dan mampu mensejahterakan rakyat Aceh. Menurutnya rakyat boleh saja kurang percaya dengan anggota DPR Aceh, tapi bukan berarti rakyat juga bisa mempercayai Gubernur Aceh sepenuhnya.
“(APBA) dibahas secara bersama saja ada penyelewengan, apalagi dibahas sepihak oleh eksekutif,” katanya.
Mahadir bahkan menyebutkan “Pergub Pungo” jika APBA disahkan melalui Pergub.
“Anggaran pungo dan lebih parah lagi kita akan lebih pungo jika menerima ini dengan lapang dada. Kita harus ingat cuma pihak legislatif yang intens berkomunikasi dengan masyarakat, baik lewat reses maupun dalam kegiatan partai,” ujarnya.[](bna)