ACEH - Peringatan Hari Nusantara yang dipusatkan di Lampulo, Banda Aceh, terkesan hanya sebatas kegiatan seremonial yang tak bermakna. Kemasan acaranya terlihat tanpa filosofi, hanya…
ACEH – Peringatan Hari Nusantara yang dipusatkan di Lampulo, Banda Aceh, terkesan hanya sebatas kegiatan seremonial yang tak bermakna. Kemasan acaranya terlihat tanpa filosofi, hanya pameran batu cincin dan bagi-bagi hadiah belaka.
Demikian dilontarkan Sekjen Mahasiswa dan Pemuda Selatan Raya (MeuseRaYa) Aceh, Delky Nofrizal Qutni.
Menurutnya, acara seremonial itu seakan menjadi hobi Pemerintah Aceh. Padahal sebaiknya pemerintah membuat sesuatu yang menjadi solusi persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.
Delky menambahkan, saat warga di beberapa daerah di Aceh sedang dilanda banjir, seperti di Aceh Varat Daya, Aceh Barat, Aceh Singkil, dan Aceh Selatan, pemerintah justru disibukkan dengan kegiatan seremonial Hari Nusantara tersebut.
Padahal miliaran rupiah tersebut jika digunakan secara efektif semestinya dapat digunakan untuk upaya mengatasi persoalan banjir di tiga titik atau lebih. Misalkan untuk normalisasi sungai atau hal lainnya. Ini bukti bahwa Pemerintah Aceh lebih mementingkan kegiatan seremonial daripada persoalan masyarakat, ucapnya.[] Sumber: okezone.com