LHOKSEUMAWE – Musyawarah Wilayah Aceh Forum Lembaga Legislatif Mahasiswa Indonesia (FL2MI) yang berlangsung di Universitas Malikussaleh pada 16-19 Desember 2016, menimbulkan sejumlah permasalahan. Akibatnya beberapa perwakilan dari sejumlah universitas memilih walk out.
“Kami sangat kecewa dengan kejadian yang sebetulnya tidak harus terjadi dalam Musyawarah Wilayah FL2MI ini, kami dari UTU sendiri merasa dilecehkan dan harga diri almamater kami diinjak-injak oleh para penguasa forum tersebut,” kata Ketua DPM UTU Riski Bintang Rahmanda, salah seorang perserta Muswil melalui siaran pers diterima portalsatu.com, Senin, 19 Desember 2016.
Kejadian itu, kata Riski, bermula ketika salah satu koordinator wilayah mengeluarkan pernyataan jika Universitas Teuku Umar Meulaboh, Universitas Samudera Langsa dan beberapa kampus lainnya bukan anggota FL2MI.
“Jika memang kami bukan anggota FL2MI kenapa kami diundang ke dalam forum, kamipun bisa menjadi peserta penuh dalam forum yang memiliki hak suara dan hak bicara, kami merasa ada permainan dalam forum ini, lantaran hal tersebut baru disampaikan pada saat pemilihan Korwil FL2MI, kata Riski.
Riski juga menegaskan kalau memang benar pihaknya tidak terdaftar, kenapa harus diundang. Kenapa tidak disampaikan kepada kami ketika konfirmasi kehadiran dan registrasi peserta, ini malah disampaikan di hari ketiga kegiatan, menurut kami sangat aneh,” kata mahasiswa Ilmu Komunikasi UTU tersebut.
Peserta FL2MI dari Universitas Samudra Langsa juga mengaku dipermalukan oleh Korwil dan SC terkait pernyataan yang dikeluarkan dalam forum.
“Kami dipermalukan, untuk apa diundang kami kalau tidak dianggap, apa tujuan panitia mengundang kami tapi tidak dianggap. Kalau tidak ada surat permohonan maaf dari mereka, maka masalah ini akan kami selesaikan di MUNAS FL2MI mendatang, kami juga tidak akan ikut dalam forum FL2MI Aceh selama tidak ada penyelesaian masalah ini, kata Rozi peserta FL2MI Unsam Langsa.[]

