TERKINI
NEWS

Sejumlah Lomba Bakal Ramaikan Festival Kebudayaan Umuslim

BIREUEN - Pemerintah Mahasiswa Universitas Almuslim akan menyelenggarakan Festival Kebudayaan Umuslim pada 2-6 Desember 2015. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Memasyarakatkan Kebudayaan dalam Kehidupan Generasi Muda”.…

BOY NASHRUDDIN Kontributor
DIPUBLIKASIKAN
WAKTU BACA 2 menit
SUDAH DIBACA 926×

BIREUEN – Pemerintah Mahasiswa Universitas Almuslim akan menyelenggarakan Festival Kebudayaan Umuslim pada 2-6 Desember 2015. Kegiatan tersebut mengangkat tema “Memasyarakatkan Kebudayaan dalam Kehidupan Generasi Muda”.

Hal itu disampaikan Presiden PEMA Umuslim, Hidayatullah didampingi ketua panitia Fauzan, Kamis, 12 November 2015. Fauzan menyebut Festival Kebudayaan Umuslim bakal diramaikan sejumlah kegiatan. Di antaranya, lomba menulis opini, fotografi, seumapa, manyuem (menganyam) reungkan, pergelaran permainan tradisional, pameran kebudayaan dan kreativitas mahasiswa, panggung kebudayaan, seminar dan donor darah.

Menurut Fauzan, lomba menulis opini untuk katagori pelajar, mahasiswa dan umum se-Aceh dengan tema “Kenali Daerah, Cintai Budaya”. Lomba ini bertujuan untuk melihat gagasan-gagasan para penulis Aceh tentang kebudayaan yang bisa tetap dipertahankan, sehingga tetap menjadi ciri khas Aceh. Lomba fotografi mengangkat tema dan katagori yang sama.

“Tujuan dilaksanakannya lomba fotografi untuk mengabadikan potret kebudayaan Aceh dengan berbagai objek yang bertemakan kebudayaan, sehingga kita bisa melihat bagaimana eksotiknya kebudayaan sepenjuru Aceh yang akan membuat kita bersyukur dan bangga menjadi warga Aceh. Lomba ini dapat didaftar secara online sampai 27 November 2015,” ujar Fauzan.

Fauzan menambahkan, lomba manyum reungkan dibuka untuk mahasiswa se-Kabupaten Bireuen. Tujuan lomba ini agar mahasiswa sebagai generasi muda paham bagaimana membudidayakan reungkan dan anyaman lainnya yang terbuat dari daun kelapa sebagai salah satu kerajinan tangan rakyat Aceh.

“Reungkan bermanfaat sangat besar dengan modal yang sangat murah. Reungkan harus tetap dilestarikan, dan mahasiswa wajib bisa membuatnya,” kata Fauzan.

Lomba seumapa (berbalas pantun) untuk pelajar SMP dan SMA sederajat. “Seumapa sudah menjadi salah satu indentitas budaya masyarakat Aceh, sehingga harus tetap dijaga kelestariannya,” ujar Fauzan didampingi Mutia Zuhra, sekretaris panitia.

Pergelaran permainan tradisional dilaksanakan tingkat mahasiswa se-Kabupaten Bireuen. “Anak-anak zaman sekarang sudah mulai melupakan permainan tradisional yang mengandung nilai-nilai kebersamaan dan kerja keras serta kerja sama, sehingga sudah seharusnya dibangkitkan kembali dan tetap dilestarikan,” kata Mutia Zuhra.

Mutia menambahkan, di arena Festival Kebudayaan Umuslim akan dibuka stand-stand pameran kebudayaan dan kreativitas mahasiswa yang diisi Ormawa Umuslim dan kampus lain di Aceh.[]

Laporan Nurhasanah

BOY NASHRUDDIN
KONTRIBUTOR · ARGUMENTA.ID

Tulis Komentar