BANDA ACEH – Sejumlah kasus penembakan terjadi di Aceh tahun 2016. Banyak yang menilai hal itu terjadi karena berhubungan dengan pemilihan kepala daerah 2017 mendatang. Di antara beberapa kasus, salah satunya penembakan rumah salah satu calon gubernur Aceh di Banda Aceh beberapa waktu lalu.
Kasus penembakan juga terjadi di beberapa kabupaten/kota. Ada penembakan salah seorang warga di Pidie pada 19 Oktober lalu, juga penembakan di Darul Aman, Aceh Timur, 6 Desember lalu.
Terkait rentetan kasus penembakan tersebut, Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Goenawan mengatakan hal itu tidak ada hubungannya dengan pilkada 2017 mendatang.
“Kalau penembakan di Aceh Timur itu terkait jual beli perahu, sedangkan kasus penembakan di Pidie itu juga masalah pribadi. Jadi tidak ada hubungannya dengan pilkada,” ucap dia saat dihubungi portalsatu.com, 13 Desember 2016.
Goenawan mengatakan penembakan yang terjadi di Aceh akhir-akhir ini merupakan kasus kriminal murni. “Oknum-oknum ini sepertinya memanfaatkan momen pilkada untuk melancarkan aksinya,” kata dia.
Menurut Goenawan, pihak kepolisian akan terus meningkatkan pengamanan di Aceh. Selain menambah personel pihak kepolisian juga siaga terhadap berbagai isu teror dan kasus kriminal menjelang pilkada.
“Kita terus siaga menghadapi berbagai situasi. Kita juga mendapatkan tambahan pengamanan menjelang pilkada,” kata Goenawan.
Pihak kepolisian juga memprioritaskan keamanan bagi calon gubernur-wakil gubernur Aceh. Ia mengatakan tingkat pengaman untuk calon gubernur-wagub terus ditingkatkan.[]