Mohamad Faisal Hidayat sukses mengembangkan bisnis kafe serba susu. Memulai usaha pada awal 2013 dengan modal Rp1,3 juta, Faisal kini memiliki 15 outlet yang dalam sebulan omzet bisnisnya bisa mencapai lebih Rp1 miliar.
Dikutip dari portalsatu.com, 25 Maret 2017, dari dikti, Faisal merupakan lulusan D3 Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang (UNNES) yang diwisuda pada 7 Maret lalu. Ia telah membeli empat mobil keluarga dambaannya hasil bisnis itu.
Faisal memulai usaha penjualan susu pada awal 2013. Dengan uang Rp1,3 juta ia nekat menyewa kios di Jalan Cempaka, Sekaran, tidak jauh dari kampusnya. Tak disangka, usaha penjualan susu dengan merek Its Milk itu sukses. Pada bulan pertama saja, ia bisa mengantongi keuntungan Rp5 juta. Keuntungan itulah yang digunakannya untuk melunasi sewa kios.
Saat nego saya bilang ke pemilik kios, kalau bulan depan tidak bisa bayar saya siap diusir. Tapi saya bersyukur, ternyata saya bisa dapat lima juta. Uang itu yang saya pakai buat lunasi sewa kios, katanya.
Sukses dengan satu outlet tak membuat Faisal berpuas diri. Ia berusaha membangun outlet Its Milk lain. Hasilnya, dalam 3,5 tahun saja ia telah memiliki 15 outlet di 13 kabupaten/kota yang tersebar di lima provinsi. Selain di Jawa Tengah, ia membuka outlet di Jawa Barat, Jawa Timur, Bali, dan Lombok (NTB). Jika dirata-rata ia bisa membuka satu outlet baru per dua setengah bulan.
Dengan 15 outlet yang dimilikinya, omzet bisnisnya semakin besar. Dalam sebulan, omzetnya bisa lebih dari Rp1 miliar. Satu outlet dengan outlet lain mengumbang omzet yang beragam. Outlet yang sepi hanya beromzet Rp30 juta, tapi outletnya yang ramai omzetnya bisa mencapai Rp400 juta. Faisal menolak mengatakan jumlah keuntungan bersihnya. Namun, ia memberi ancer-ancer: Kurang lebih sepertiganya, kata dia.
Namun, tidak semua keuntungan itu masuk ke rekening pribadinya. Sejak awal ia berkomitmen untuk mengembalikan keuntungan yang diraih untuk diinvestasikan kembali. Karena itulah cabang usahanya bertambah dalam waktu singkat.
Keluarga pernah bangkrut
Dengan usaha itu, Faisal tak hanya sukses membiayai kuliahnya. Ia juga bisa menyekolahkan adik terakhirnya. Yang membuatnya bangga, ia bisa membeli mobil keluarga seperti yang diinginkannya sejak lama. Bukan hanya satu, tapi empat. Tiga mobil digunakan sebagai operasional satu mobil digunakan pribadi olehnya.
Keinginan Faisal membeli mobil berangkat dari pengalaman yang tak mengenakkan. Keluarga saya bukan keluarga kaya, keluarga biasa saja. Kalau bepergian saat lebaran kami harus numpang mobil om atau pakdhe. Mama dan adik-adik numpang om, saya dan bapak numpang pakdhe. Terpisah. Saya sedih. Sejak saat itu saya bertaked pengin bisa beli mobil keluarga sendiri, kata anak pertama dari tiga bersaudara ini.
Faisal bukan berasa dari keluarga berada. Orang tuanya pernah usaha kecil-kecilan, dari berdagang tamiya, buka rental playstation, jual beras, ikan, bahkan pernah jualan tampah. Bapaknya juga pernah jadi pemborong tempat pelelangan ikan. Tapi usaha itu belum membuahkan hasil karena ditipu.