SUBULUSSALAM – Harapan petani kelapa sawit di wilayah Kota Subulussalam yang menginginkan harga tandan buah segar (TBS) naik menjelang bulan Ramadan tampaknya sulit terwujud. Alih-alih meningkat dari harga sebelumnya di tingkat petani Rp1.300 per kilogram, harga TBS kelapa sawit justru kembali turun menjadi Rp1.250 perkilogram di tingkat petani.
Akibatnya ribuan petani sawit di Bumi Sada Kata mengeluh karena kondisi ini menyebabkan pendapatan petani menurun drastis sementara harga kebutuhan pokok masih tergolong mahal. Padahal dua pekan ke depan bulan puasa segera tiba dan diperkirakan harga kebutuhan pokok semakin mahal.
“Turun harga sawit sekarang Rp1.250 per kilogram di tingkat petani,” kata salah seorang petani di Kota Subulussalam, Fakri, kepada portalsatu.com, Minggu, 7 Mei 2017.
Ia mengatakan usaha sawit merupakan sumber mata pencarian untuk memenuhi kebutuhan anak sekolah, belanja dapur, termasuk sisanya dipergunakan biaya perawatan kebun untuk membeli pupuk dan biaya kebersihan.
“Inilah usaha kita bang, naik harga sawit lumayan juga menambah pendapatan untuk kebutuhan keluarga. Tapi sekarang justru semakin turun,” kata Fakri mengeluhkan.