LHOKSEUMAWE – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) IAIN Malikussaleh Lhokseumawe menyayangkan minimnya pembangunan sarana pariwisata Aceh di tahun 2016 ini.

Kepala Bidang Infokom Dema IAIN Malikussaleh, Fahrul Razi, melalui siaran pers yang diterima redaksi mengatakan, alokasi anggaran pembangunan sarana prasarana penunjang pariwisata di Aceh hanya Rp 1,3 miliar dari DAK fisik APBN 2016.

“Itu hanya diperuntukkan untuk Kota Sabang, padahal potensi pariwisata Aceh saat ini sangat besar baik di timur dan barat Aceh,” katanya, Selasa, 18 Oktober 2016.

Lebih lanjut Fahrul mengatakan, pencapaian tiga kategori di Kompetisi Pariwisata Halal Nasional 2016 sangat berbanding terbalik dengan upaya pemerintah, dalam membangun sarana prasarana penunjang pariwisata terutama dari pembangunan fisik.

“Padahal banyak potensi wisata di Aceh terutama wisata halal, banyak peninggalan sejarah yang bisa dijadikan objek wisata edukasi di Aceh. Hanya saja kurang perhatian pemerintah, kalau ini dimanfaatkan akan menambah PAD daerah, bukan hanya wisata sejarah juga masih banyak wisata alam dan wisata kuliner yang kurang  perhatian pemerintah,” katanya.

Ia berharap tahun depan pemerintah melalui instansi terkait bisa memfokuskan pada sarana dan prasarana penunjang pariwisat di Aceh.[]