BANDA ACEH Ribuan santri dari TPA, TKA dan TPQ di Kota Banda Aceh mengikuti Zikir Akbar dan Taushiah Tarhib Ramadhan 1438 H/2017 M di Masjid Baitussalihin, Kecamatan Ulee Kareng, Banda Aceh, Jumat, 19 Mei 2017, sore.
Kegiatan bertema “Gema Seribu Santri Cilik Berzikir” itu dilaksanakan Forum Komunikasi TPA Ulee Kareng (Forkompak) bekerja sama dengan Forum Silaturrahmi TPQ Syiah Kuala (FSTS) Banda Aceh. Kegiatan itu dibuka Wakil Wali Kota Banda Aceh Drs. H. Zainal Arifin.
Turut hadir anggota Komisi D DPRK Banda Aceh Isnaini Husda, S.E., BKPRMI Banda Aceh beserta jajarannya, Camat, Yayasan SM. Amin, Zawiyah Nuurun Nabi, imam masjid, wali santri dan para tamu undangan lainnya.
Ketua panitia Dr. Mulia Rahman, M.A., Sabtu, 20 Mei 2017, mengatakan kegiatan zikir akbar ini selain sebagai sarana menjalin ukhuwah islamiah dan silaturahim, juga untuk menanamkan nilai-nilai ketauhidan kepada santri lewat media zikir.
Menurutnya, santri belia ini merupakan generasi masa depan yang masih memiliki kesucian hati, pikiran yang jernih dan mudah untuk dibentuk ke arah yang baik dengan metode bijak.
Sehingga akidah atau ketauhidan generasi Islam ini akan sesuai dengan tuntunan Alquran dan sunah Rasul. Ibaratnya seperti akar yang menancap kuat ke bawah dan menjulang tinggi ke langit, ungkap Mulia.
Sekretaris panitia Afrizal Refo, M.A., menambahkan pelaksanaan zikir akbar dipimpin Tgk. Jamhuri Ramli, S.E., M.A., dan Taushiyah Tarhib Ramadhan oleh Tgk. Mursalin Basyah, Lc., M.A.
Zikir akbar yang dilaksanakan ini, sangat berbeda nuansanya dengan acara zikir yang selama ini diadakan di Aceh. Pasalnya, selain dihadiri ribuan santri cilik se-Kota Banda Aceh juga dirangkai dengan tausiah menyambut bulan suci Ramadan 1438 H, ujar Afrizal Refo.
Wakil Wali Kota Banda Aceh Drs. H. Zainal Arifin sangat mendukung pelaksanaan kegiatan zikir akbar yang diikuti ribuan santri cilik ini. Ia mengapresiasi pihak panitia yang mampu menfasilitasi kehadiran santri-santri se-Kota Banda Aceh ini.
Kegiatan ini akan membentuk karakter santri yang memiliki nilai-nilai ketauhidan kuat dalam sanubarinya dan dapat membentengi mareka sejak dini dari pendangkalan akidah. Sehingga cita-cita melahirkan generasi qurani melalui taman-taman pendidikan Alquran dapat mudah tercapai, ujarnya.
Wakil Wali Kota terpilih ini menambahkan, kegiatan tersebut merupakan terobosan baru dan kali pertama diadakan di Banda Aceh. Ia berharap agar DPRK Banda Aceh dapat mengakomodir program yang sangat bagus ini di masa mendatang.[](rel)