LHOKSEUMAWE – Puluhan santri Dayah Darul Mujahidin, Desa Blang Weu Panjoe, Kecamatan Blang Mangat, melakukan aksi demo ke Kantor PT. PLN Rayon Lhokseumawe Kota, di Jalan Malikussaleh, Desa Lancang Garam, Kecamatan Banda Sakti, Lhokseumawe, Sabtu, 28 November 2015. Para santri menuntut pihak PLN segera menyambung kembali aliran listrik ke dayah itu yang telah diputus sejak empat hari lalu.
Pantauan portalsatu.com, mulanya para santri memadati pintu masuk kantor PLN. Perwakilan PLN kemudian menemui para santri untuk berdialog. Kami meminta pihak PLN untuk segera mengembalikan meteran listrik yang telah dicabut sejak empat hari lalu di dayah kami, kata Khairul Rizal, koordinator aksi.
Menurut Khairul, alasan pihak PLN mencabut meteran listrik atau instalasi kwh karena pihak dayah mencangkok arus secara ilegal. Memang betul kami melakukan pencangkokan, namun ada dasarnya dan tidak secara sembunyi-sembunyi. Kami terlebih dahulu melaporkan hal itu kepada PLN, ujar Khairul.
Khairul menjelaskan, sebelum melakukan hal itu, pihaknya sejak lima bulan lalu telah mengirimkan surat kepada PLN dengan keluhan tidak cukup arus/daya listrik untuk dayah tersebut, namun tidak direspon. “Karena itu kami mengambil tindakan dengan mencoba mencangkok api di atas meteran, hasilnya api tetap sama dan tidak ada perubahan,” katanya.