BANDA ACEH – Warga Aceh secara turun temurun menjalankan tradisi meugang sejak masa kepemimpinan Sultan Iskandar Muda hingga sekarang. Tradisi ini ini merupakan wujud ungkapan syukur atas segala nikmat serta rahmat Allah SWT untuk menyambut bulan suci Ramadan.
Satu hari menjelang bulan Ramadan tahun ini, Resimen Induk Kodam Iskandar Muda (Rindam IM) menggelar meugang dengan memotong 6 ekor sapi yang dilaksanakan di Mako Rindam IM di Mata Ie, Darul Imarah, Aceh Besar, Jumat, 26 Mei 2017. Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Danrindam Iskandar Muda Kolonel Kolonel Inf Niko Fahrizal.
Dalam kesempatan tersebut, Danrindam mengatakan, tradisi meugang merupakan kearifan lokal di Aceh yang terus dilestarikan dan dilaksanakan pada tiap tahunya di Satuan Rindam IM sebagai rasa syukur kepada Allah SWT dan wujud kepedulian Komando terhadap anggota Rindam IM.
Paling tidak saat hari meugang, pulang membawa satu tumpuk daging meugang untuk keluarganya dan ini menjadi kebanggaan dan kebahagiaan tersendiri, ujar Kolonel Inf Niko Fahrizal yang merupakan putra kelahiran Aceh yang paham betul tradisi meugang yang menjadi kearifan lokal di Aceh.
Tidak hannya dibagikan kepada seluruh prajurit maupun PNS Rindam saja, namun daging meugang juga dibagikan kepada anak yatim atau keluarga dan masyarakat yang kurang mampu di desa binaan Rindam sebagai wujud silaturahmi dan kebersamaan menyambut ramadhan dengan penuh suka cita. Yang lebih penting lagi, menurutnya bagaimana umat Islam ini bisa memanfaatkan bulan suci Ramadan untuk meningkatkan ibadah kepada Allah SWT karena semua kebaikan pada bulan itu pahalanya akan dilipatgandakan.