BANDA ACEH Penulis buku, Yusra Habib Abdul Gani, dalam diskusi membedah buku karyanya Strategi Belanda Mengepung Aceh (1873-1945) memaparkan, Aceh melakukan perlawananan secara frontal terhadap kolonialisme Belanda. Perlawanan tersebut, menurut Yusra, adalah pertempuran terpanjang yang pernah dialami Belanda.
Yusra menjelaskan, segala cara dan usaha dilakukan oleh Belanda untuk menaklukan Aceh, mulai dari cara militer dan nonmiliter. Dalam buku tersebut, Yusra mengatakan, ada beberapa cara nonmiliter yang dipakai Belanda untuk mengalahkan Aceh. Salah satunya, menggerus nilai dan nasionalisme Aceh yang dipegang oleh pejuang Aceh dan masyarakat Aceh saat itu.
Mereka kirim aktivis dari Pulau Jawa untuk berbaur dengan orang Aceh, dalam rangka apa? Tentu saja untuk menggerus nilai nasionalisme Aceh dan menggantikannya dengan nilai nasionalisme lain, ucap Yusra dalam diskusi yang diselenggarakan di Aula Fakultas Adab UIN Ar-Raniry, 26 Juli 2016.
Salah satu intelektual GAM ini menjelaskan, Aceh pada saat itu adalah sebuah negara yang sudah diakui oleh dunia internasional. Sejarawan ini juga memaparkan beberapa fakta sejarah, termasuk peta negara Aceh yang terbentang luas sampai ke Siak, Riau.