Pada hari Rabu, bertepatan dengan tanggal 17 di bulan Agustus, tahun 2016. Saya berkunjung adakala untuk bersilaturrahmi ke Rumoh Cut Nyak Dhien, salah seorang pahlawan Aceh tempo dulu. Saya menemukan banyak pengunjung di sana. Kebetulan pada kesempatan tersebut, di antara mereka ada satu kelompok pengunjung dari Medan, Sumatera Utara.
Mereka para pengunjung dari Medan, Sumatera Utara, ujar salah seorang pria berbaju kaos putih itu, yang kebetulan penulis tegur dan bercakap-cakap sebentar dengannya. Namun penulis lupa menanyakan siapa namanya.
Angin berhembus tak karuan, pun demikian para pengunjung terus berdatangan. Mereka yang sudah puas dengan hajat hatinya, adapun untuk mengunjungi, melihat-lihat, mengabadikan diri dengan kamera yang dibawa masing-masing, dari segala sudut baik di dalam, di luar Rumoh Cut Nyak Dhien yang sudah menjadi tempat wisata itu. Mereka terus mengabadikan diri.
Beberapa mobil pribadi berbagai merk terparkir rapi di halaman yang tidak begitu luas tersebut, akan tetapi halaman itu mampu untuk membuat kagum siapa saja yang memandangnya. Tanaman bunga, pohon palem, dan tanaman-tanaman lain senantiasa berbaris rapi untuk menyambut siapa pun yang berkunjung ke rumoeh Cut Nyak-nya.
Begitu juga dengan beberapa sepeda motor para pengunjung, juga terparkir rapi. Rata-rata dari mereka yang berkunjung itu, terlihat membawa kamera dan mengabadikan dirinya di tempat yang sangat bersahaja dan sudah menjadi sejarah itu. Pengunjung pun terus berdatangan.

Saya pun tak menunggu lama untuk melihat-lihat ke dalam rumah tersebut, begitu juga untuk mengabadikan suasa di dalamnya. Namun di satu sudut, saya menemukan atap rumah itu bolong. Papan-papannya terlihat basah, sebuah ember berisi air tergeletak di atas tilam yang tidak ada lagi kasur. Mungkin sudah dipindahkan, oleh kerana atap di salah satu ruang tersebut tengah bocor.
Sampai kapan ini akan dibiarkan begini, berharap tidak lama. Sangat disayangkan apabila ini terus dibiarkan, bahpun untuk satu, dua apalagi sampai beberapa hari ke depan, saya berguman sendiri di dalam hati.