Pemerintah Belanda saat itu kemudian menginstruksikan pemindahan Rumoh Aceh tersebut ke Kompleks Museum Aceh pada 30 Juli 1919.
BANDA ACEH – Rumoh Aceh yang sekarang berdiri di Museum Aceh pada awalnya berada di Semarang. Rumoh Aceh tersebut merupakan pemenang paviliun se-Indonesia pada 1914. Gubernur Aceh kemudian menggagas pemindahan bangunan tersebut ke Aceh.
Hal tersebut disampaikan oleh Eden Warningsih, salah satu penjaga Museum Aceh kepada portalsatu.com, Selasa, 3 November 2015.
Menurutnya Rumoh Aceh tersebut kemudian dipindahkan ke Blang Padang pada 1915. Pemerintah Belanda saat itu kemudian menginstruksikan pemindahan Rumoh Aceh tersebut ke Kompleks Museum Aceh pada 30 Juli 1919.
Di dalam Rumoh Aceh. terdapat tiga beranda, yaitu beranda depan, beranda tengah dan beranda belakang. Beranda depan berfungsi khusus untuk rapat keluarga, beranda tengah adalah ruang pribadi dan hanya bisa dimasuki oleh keluarga saja. Sementara beranda belakang adalah ruang masak dan juga tempat beribadah.
“Rumoh Aceh juga bertujuan untuk mengenalkan kepada para pelajar dan masyarakat sekarang, bagaimana kehidupan dalam Rumoh Aceh di masa lalu,” kata Edeh Warningsih.[]
Laporan: Fira Zakya