BANDA ACEH – Sekretaris Daerah Aceh, Dermawan, berharap keberadaan rumah sakit di Aceh bisa menjadi salah satu sektor penyumbang devisa negara. Karena, kata dia, seiring perbaikan pada sektor infrastruktur, sarana dan prasarana, perbaikan mutu juga harus terus ditingkatkan.
“Tujuan pembangunan rumah sakit bukan hanya untuk mengobati masyarakat sekitar, tapi juga untuk memancing masyarakat di sekitar negaranya. Ada motif ekonomi supaya devisanya meningkat,” kata Dermawan, dalam sambutan yang dibacakan Asisten II Setda Aceh, Azhari Hasan, saat membuka Rapat Koordinasi Identifikasi, Inventarisasi Data dan Permasalahan guna meningkatkan akses pelayanan kesehatan dasar dan rujukan berkualitas di Aceh, di Hermes Palace Hotel, Selasa, 26 April 2016.
Melalui siaran pers yang diterima portalsatu.com, Azhari menyebutkan, hal itu bisa dilihat dengan berkaca pada banyaknya masyarakat Aceh dan beberapa provinsi lain di Indonesia yang berobat ke Malaysia. Di sana, katanya, rumah sakit terus bertambah setiap tahunnya sementara tingkat orang yang sakit (masyarakat sekitar) tetap.
“Rumah sakit bukan lagi untuk dikonsumsi oleh masyarakat, ada program kesehatan yang reguler yang harus diperkuat, agar tingkat kesehatan lebih baik,” ujarnya.
Untuk langkah awal, kata Azhari, semua yang terlibat dalam pemerintah dan kesehatan harus memperbaiki mutu pelayanan kualitas di negeri sendiri, sehingga masyarakat lebih memilih untuk berobat di dalam negeri.
Kesehatan, kata Azhari, adalah tugas pokok pemerintah yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat. Siapa pun yang menjadi pemimpin, kesehatan tetap menjadi program utama. Presiden sendiri bahkan sudah menjadikan ini sebagai isu. Setiap tahun anggaran untuk kesehatan bahkan mencapai minimal 10 persen. “Dalam politik anggaran juga sudah dijamin.”