LHOKSUKON – Sejumlah desa di Kecamatan Matangkuli, Aceh Utara kembali terendam banjir kiriman sejak Selasa, 13 Oktober 2015 pukul 04.00 WIB. Banjir kali ini terbilang ringan karena ketinggian air hanya berkisar antara lutut hingga paha orang dewasa.

Geuchik Desa Hagu, M Nasir kepada portalsatu.com menyebutkan, banjir kiriman kali ini akibat hujan deras di kawasan pegunungan Paya Bakong dan Bener Meriah, sehingga mengakibatkan sungai (Krueng) Keureto meluap.

Empat desa yang terendam banjir masing – masing, Desa Hagu, Alue Thoe, Lawang dan Teumpok Barat.

“Sejauh ini masyarakat masih waspada. Jika curah hujan meningkat di gunung, kemungkinan banjir akan bertambah. Di Matangkuli juga mulai mendung, mudah-mudahan saja tidak hujan. Sehingga air bisa segera surut,” ujarnya.

Ditambahkan, banjir kali ini tergolong ringan. Khusus di Desa Hagu hanya merendam sekitar 35 persen rumah warga dan areal persawahan.

Sementara itu, sekelompok anak laki-laki di Desa Lawang terlihat naik sampan mengitari banjir di desa tersebut. Mereka mengaku enggan ke sekolah rumahnya kebanjiran.

“Kamoe hana jak sikula uroe nyoe, sabab rumoh banjer. Adak pih sikula hana banjer, kamoe han ek jak sikula (Kami tidak sekolah hari ini, sebab rumah kebanjiran. Meski sekolah tidak banjir, kami tidak mau ke sekolah),” ucap salah satu bocah sambil mengayuh sampan.