Twitter mencatat rugi bersih pada kuartal III-2016 hingga USD 103 juta atau Rp 1,34 triliun. Untuk itu, Twitter berencana memecat lebih dari 300 pekerjanya di seluruh dunia, baik dari divisi penjualan dan pemasaran.
CEO Twitter Jack Dorsey mengatakan hal ini untuk menutupi gap kerugian, di mana pada kuartal yang sama perusahaan media sosial ini hanya membukukan pendapatan mencapai USD 616 juta atau Rp 8,03 triliun, dengan pengguna aktif Twitter tumbuh hingga 370 juta akun per bulannya.
“Kami melihat peluang yang sangat besar untuk meningkatkan pertumbuhan karena kami terus meningkatkan layanan inti. Kami memiliki rencana yang jelas, dan kami membuat perubahan yang diperlukan untuk memastikan Twitter diposisikan untuk pertumbuhan jangka panjang,” kata Jack seperti dilansir Business Insider, Jumat (28/10).