SABANG – Ketua Forum Kerukunan Ummat Beragama (FKUB) Sabang, Nazaruddin, membenarkan adanya salah satu gereja yang dilalap api di kota tersebut, Jumat, 16 Oktober 2015 sekitar pukul 23.00 WIB. Hal ini disampaikan oleh Nazaruddin dalam pertemuan FKUB dengan Muspida dan Muspida Plus Sabang di Aula Wali Kota Sabang, Sabtu, 17 Oktober 2015.

“Media diminta untuk tidak membesar-besarkan hal tersebut, karena kita belum bisa memastikan apakah ter(bakar) atau di(bakar),” kata Nazaruddin.

Pernyataan Nazaruddin ini mengacu kepada beberapa media lokal yang menyebutkan adanya upaya pembakaran terhadap Gereja GPIB Sabang oleh orang tak dikenal. 

“Kita meminta masyarakat tidak terprovokasi karena saat ini sedang dalam penanganan pihak kepolisian. Jadi belum bisa dipastikan,” katanya.

Hal senada disampaikan oleh salah satu pendeta dari GPIB Sabang yang mendatangi lokasi pertemuan FKUB tersebut. “Kita menyerahkan hal ini kepada polisi karena belum diketahui penyebab kebakaran. Soalnya pas saya di lokasi melihat sudah ada api di situ,” kata Pendeta Noccon Rumampuk, S.th.

Sebelumnya sempat beredar kabar melalui blackberry messenger soal adanya dugaan pembakaran gereja di Sabang. Bahkan beberapa media lokal juga menuliskan bangunan gereja di Sabang tersebut rata dengan tanah.

Sementara pantauan portalsatu.com di lokasi, bangunan gereja tersebut masih utuh. Polisi juga telah memasang police line di lokasi tersebut.

Informasi yang dikumpulkan oleh wartawan menyebutkan kebakaran tersebut hanya terjadi di ruang rapat. Ruangan ini berada tepat di belakang gereja yang berdempetan dengan ruangan ibadah.

Sementara itu, dilansir dari tempo.co, Kepala Polres Kota Sabang, Ajun Komisaris Besar Nurmeiningsih mengatakan peristiwa itu terjadi Jumat malam, sekitar pukul 23.00 WIB. “Api cepat dipadamkan, hanya ada bekas asap hitam,” ujarnya seperti dilansir oleh Tempo, Sabtu, 17 Oktober 2015.

Menurut dia, pendeta memang tinggal di sana. Sehingga ketika melihat adanya api, dia berusaha memadamkan dan meminta pertolongan. Tempat ibadah itu persisnya terletak di Tektok Kota Atas, Kecamatan Sukakarya. Api berhasil dipadamkan satu jam kemudian.

Polisi belum memastikan penyebabnya. Dari olah Tempat Kejadian Perkara ditemukan bekas congkelan jendela di ruang Konsistori. Juga ada bau minyak tanah di sekitarnya. “Kami sedang mendalami dan menyelidiki penyebabnya lebih lanjut,” kata Nurmeiningsih.[] (bna)

Laporan: Radzie Sabang