BANDA ACEH – Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin (RSUZA) Banda Aceh saat ini sedang menanti pembaharuan akreditasi dari tim Komite Akreditasi Rumah Sakit (KARS). Mereka dijadwalkan turun ke lapangan pada awal November 2015 mendatang.

“Sebenanrya dengan pembaharuan akreditasi ini kita berharap pelayanan berjalan sesuai dengan keindahan regulasi yang ada. Sebelumnya, 16 pelayanan RSUZA sudah lulus, ini akrediatasi standar terbaru lagi untuk rumah sakit,” kata Humas RSUZA, Rahmadi S.Km, saat dihubungi portalsatu.com via seluler, Selasa, 20 Oktober 2015 malam.

Rahmadi mengatakan penilaiannya nanti lebih cenderung dilihat pada kondisi lapangan. Penekanannya pada keamanan atau safety pasien.

“Sejauh ini proses persiapannya kita sudah maksimal melakukan beberapa hari yang lalu. Namun karena tim KARS sedang ada jadwal di provinsi lain dalam hal penilaian juga, makanya kita ditunda dulu hingga awal November nanti,” katanya.

Menurut Rahmadi pihak yang tergabung dalam tim penilaian ini terdiri dari berbagai unsur, baik dokter maupun profesional yang ahli di bidangnya. Hal yang dinilai pertama kali adalah melihat kondisi pelayanan lalu disesuaikan dengan catatan dan dokumen.

“Kalau upaya yang dilakukan, sebenarnya selama ini sudah berjalan yaitu memberikan pelayanan sesuai dengan standar pelayanan yang ada, tidak ada upaya khusus,” ujarnya.

Ia mengatakan dalam gambaran akreditasi ini semua karyawan diharuskan memahami Bassic Last Support (BLS) atau pertolongan pertama. Karyawan rumah sakit juga diwajibkan menguasai hal-hal yang bersifat mendadak saat kecelakaan, seperti alat pemadam api dan sebagainya.

Rumah sakit yang terakreditasi A ini juga terdapat program keluarga cuci tangan untuk mencegah nosokomial. Melansir Wikipedia, nosokomial merupakan infeksi yang diperoleh dari rumah sakit yang tidak diderita pasien. Infeksi ini mengidap pasien setelah lebih kurang 72 jam berada di rumah sakit.

“Misalnya kontak pasien dengan keluarga, petugas dengan pasien, agar tidak terinfeksi dianjurkan cuci tangan terlebih dahulu,” katanya.

Selain itu, rumah sakit yang disimbolkan sebagai rumah sakit peduli pelayanan ibadah ini juga sudah terdapat tenaga rohaniawan, yaitu Unit Pelayanan Islami yang merupakan suatu peningkatan pelayanan.

“Selain meningkatkan kepuasan masyarakat, adanya akreditasi ini dengan harapan pelayanan terus meningkat. Meskipun selama ini pelayanan yang kita berikan sudah berbasis regulasi dan sesuai aturan yang ditentukan,” ujar Rahmadi.[](bna)