BANDA ACEH – Ruang perawatan Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh dilaporkan sesak dengan pasien, Senin, 19 Desember 2016, sekitar pukul 19.00 WIB. Akibatnya beberapa pasien yang baru dirujuk dari rumah sakit lainnya terpaksa antri di ruang instalasi gawat darurat.
Pantauan portalsatu.com hingga pukul 20.30 WIB tadi, setidaknya lebih dari enam ambulans hilir mudik membawa pasien. Baik dari RSU Sigli, ambulans Kedubes Malaysia, RSU Meuraxa, hingga ambulans RSUD Cut Nyak Dhien. Selain hilir mudiknya ambulans, beberapa pasien yang baru masuk juga terpaksa dirawat di ruang IGD. Diantara para pasien bahkan ada yang harus diinfus di atas kursi roda.
Sakdiah, warga Meunasah Raya, Meurah Dua, Pidie Jaya, misalnya. Pasien rujukan dari RSUD Tgk Chik Di Tiro Sigli yang mengeluhkan sakit di perut bagian dalam pascaoperasi ini terpaksa dirawat di celah-celah jalan ruang IGD karena ketiadaan bed. Padahal, Sakdiah sudah masuk IGD RSUZA Banda Aceh sejak pukul 19.00 WIB. Namun, hingga pukul 20.46 WIB tadi pihak medis rumah sakit plat merah ini menyebutkan sedang tidak ada ruang. “Lagi tidak ada bed,” kata salah satu perawat jaga.