TAKENGON – Setelah melakukan kunjungan lima hari di dataran tinggi Gayo, rombongan kopi Eropa di bawah organisasi Specialty Coffee Association of Europe (SCAE) kembali menuju Banda Aceh, Sabtu (21/11).

Kasubbid Kerja Sama Badan Investasi dan Promosi Aceh, Ellita mengatakan selama di Aceh Tengah dan Bener Meriah, rombongan SCAE telah  disambut unsur pimpinan kedua daerah, dibawa ke kebun pembibitan kopi, kebun kopi warga, prosesing kopi hingga minum di warung kopi.

“Melalui pihak SCAE diharapkan semakin membuka ruang promosi kopi Arabica Gayo ke benua biru Eropa,” kata Ellita, dikutip dari siaran pers diterima portalsatu.com.

Pernyataan Ellita bukan tidak berdasar. Sebab, menurutnya, rombongan SCAE yang datang kali ini terdiri dari berbagai elemen dalam bisnis kopi. Ada importir, owner cafe, peneliti kopi, roaster hingga penulis buku tentang kopi.

“Selama ini kopi Arabica Gayo mayoritas diekspor ke Amerika Serikat, dan hanya sedikit yang masuk ke Eropa. Jadi kunjungan SCAE merupakan peluang yang bagus,” ujarnya.

Kedatangan SCAE ke Aceh menjadi kunjungan balasan setelah Pemerintah Aceh terdiri dari beberapa pejabat Badan Investasi dan Promosi Aceh, Bupati Aceh Tengah Nasaruddin, Bupati Bener Meriah Ruslan Abd. Gani serta beberapa eksportir memenuhi undangan SCAE pada ekspo kopi dunia di Gothenburg Swedia, pertemnagan Juni 2015.[]