BANDA ACEH – Anggota Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Iskandar Usman Al-Farlaky, SHI, mengatakan, tindakan militer Myanmar merupakan aksi genocida (pembantaian etnis) rohingya dalam dua pekan terakhir di sana. Ini tidak bisa dibiarkan, tindakan genosida ini telah menghilangkan ribuan nyawa manusia yang tidak berdosa di sana. Rumah mereka dibakar, mereka dipanggang hidup-hidup, ujar Iskandar, Minggu, 20 November 2016 malam.
Iskandar mengungkapkan keprihatinannya menanggapi kepedihan yang dialami oleh etnis Rohingnya dalam dua pekan terakhir seperti yang beredar di media media sosial, sementara tindakan nyata dari dunia- dunia tidak ada sama sekali. Maka, negara- negara Islam harus bersatu melawan kedhaliman ini, salurkan bantuan ke sana. Kemana dunia barat yang katanya peduli HAM? Dimana PBB ketika pembantaian menyeruak terhadap etnis Rohingya, ungkap Iskandar geram.
Mantan aktivis mahasiswa ini mengungkapkan, dirinya saban hari membaca berita tentang pembantaian di Myanmar, baik via media sosial maupun portal berita Islam. Kita Ummat Islam harus menyampaikan soal penindasan ini ke seluruh dunia. Jika ada yang tidak tergugah hatinya melihat kebiadaban yang dilakukan itu, maka hati kita benar-benar telah membatu. Siapa lagi yang menolong mereka jika bukan kita sesama Islam. Bersatu lah wahai negara Islam, ujarnya.