IDI RAYEK Bupati Aceh Timur, H. Hasballah H. M.Thaib atau Rocky mengimbau masyarakat dan pengelola perkebunan tidak membakar hutan.
Jangan membakar hutan secara sembarangan, lebih-lebih sampah di perkebunan. Hal ini mengingat belakangan suhu udara semakin panas, ujar Bupati Rocky dalam siaran persnya diterima portalsatu.com, Senin 28 Maret 2016.
Rocky mengaku pekan lalu telah melihat langsung beberapa titik api di kawasan hutan Aceh Timur dengan menggunakan helikopter, sehingga butuh pencegahan sejak dini.
Dia mengatakan, kawasan hutan seperti Kawasan Ekosistem Leuser (KEL) perlu terus dilestarikan sebagai warisan indatu. Sehingga, keseimbangan alam tetap terjaga. Begitu juga aktivitas petani dan pekebun diharapkan jauh dari kawasan hutan. Harapan kita ke depan Aceh Timur bebas dari aksi kebakaran hutan, ucap Rocky.
Rocky menyebutkan, Kabupaten Aceh Timur memiliki kawasan hutan yang luas dan melintasi beberapa kecamatan seperti Pante Bidari, Indra Makmur, Peunarun, Ranto Peureulak, Birem Bayeun, Serbajadi dan Simpang Jernih.
Kondisi ini sulit diawasi pihak terkait, sehingga dibutuhkan kerja sama yang baik antara masyarakat dan aparatur desa dalam menjaga hutan, kata Rocky.
Aceh Timur juga berbatasan dengan kawasan pegunungan, seperti dengan Bener Meriah, Gayo Luwes dan Aceh Tamiang. Dengan kondisi ini juga sulit untuk diawasi dan dideteksi kebakaran hutan, lebih-lebih terjadi di kawasan perbatasan, tutur dia.
Kawasan perbatasan biasanya rawan dengan aksi gangguan lingkungan seperti penebangan liar dengan dalih pembukaan lahan baru, jelas Rocky lagi.
Bupati Aceh Timur itu juga mengingatkan masyarakat tidak sembarangan dalam membakar sampah di lahan pertanian seperti membakar jerami padi yang berdekatan dengan jalan negara.
Sebab asap tebal yang mengepul dapat mengganggu pengguna jalan dan tak tertutup kemungkinan dapat menyebabkan kecelakaan. Jika terjadi kebakaran di kawasan hutan, maka segera laporkan ke pihak terkait, ujar Bupati Rocky.[]