Hong Kong dan China memang menjadi surga bagi penikmat kuliner nusantara. Namun ternyata, di negara pelabuhan tersebut, ketupat tidak mudah ditemukan sehingga warga negara Indonesia di sana tidak dapat menyantap sajian khas lebaran tersebut.
“Janurnya tidak ada, maka tidak ada ketupat. Berbeda dengan di Indonesia, ketupat mudah dijumpai saat hari biasa maupun hari raya,” ungkap Heny, juru masak di Wisma Puri Mandiri yang menjadi kediaman resmi Konsulat Jenderal RI di Hong Kong, Rabu (6/7).
Dia menuturkan, “kita ganti ketupat dengan lontong saja. Sama-sama berbahan dasar beras, hanya aroma dan cita rasa berbeda karena pembungkusnya juga berbeda.”
Ketupat merupakan makanan yang terbuat dari beras yang dimasukkan ke dalam anyaman pucuk daun kelapa atau janur berbentuk kantong, kemudian ditanak, dan dimakan sebagai pengganti nasi.
Sedangkan lontong, pembungkusnya adalah daun pisang dan direbus. “Tidak sulit mendapatkan daun pisang di Hong Kong,” katanya seperti dilansir Antara.
Sementara itu, makanan yang disajikan pada gelaran open house di Wisma Puri Mandiri, di antaranya: kudapan lapis legit, bika ambon, asinan sayur, serta bakwan sayur yang disantap bersama cabai rawit dan saus kacang.
Sajian utamanya, antara lain: opor ayam, sambal goreng kentang, tekwan, sayur labu siam, dan krecek.
Ada pula es buah dan potongan aneka buah segar sebagai sajian penutup. “Semuanya, kami siapkan dari kemarin sore, hingga tadi malam,” tutur Heny.