Jakarta -Presiden Joko Widodo (Jokowi) pagi tadi meresmikan Pembangkit Listrik Tenaga Mesin Gas (PLTMG) di Arun, Lhokseumawe.
Dalam membuka pidatonya, Jokowi menyatakan keluhan yang disampaikan warga daerah kepadanya selalu sama, yaitu listrik selalu mati.
“Setiap saya datang ke provinsi, kabupaten, selalu keluhannya sama. Listriknya mati, listriknya 'byar-pet'. Kalau kita bangun dengan batu bara, waktunya butuh 4 tahun. Sangat lama, sehingga untuk mengejar kekurangan yang ada perlu membangun pembangkit listrik tenaga mesin gas. Jadi PLTMG ini untuk mempercepat kekurangan listrik di daerah,” kata Jokowi, Kamis (2/6/2016).
Menurutnya, listrik ini sangat penting bagi kemajuan daerah. Bukan hanya kebutuhan rakyat, tapi juga demi menarik investor masuk dan membuka lapangan kerja di wilayah setempat.
“Kalau ini tidak ada, bagaimana investasi masuk ke Aceh? Mau bangun hotel, listriknya belum tersedia, pasti investornya mundur. Mau bangun industri, sudah cocok dengan kepala daerah dan bahan baku tapi listrik tidak ada investornya mundur,” ujar Jokowi.
Makanya, kata Jokowi, demi mengejar kebutuhan-kebutuhan itu butuh percepatan seperti PLTMG diresmikan hari ini. Proyek PLTMG yang dibangun PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) ini, kata Jokowi, terbilang sangat cepat.
“Ini memang pembangunannya sangat cepat. Konstruksi hanya 3 bulan, membangun mesin 6 bulan,” katanya.
Meski lebih cepat, namun biaya investasinya lebih mahal dari pembangkit listrik yang memakai batu bara.
“Tetapi karena kita sangat membutuhkan maka kita pakai cara lain yang lebih cepat,” ucapnya.[] Sumber: detik.com