Keluarga almarhum Ridwan, salah satu anggota komplotan Din Minimi yang tewas dalam baku tembak dengan polisi di Pulau Meuria, Geureudong Pase, Aceh Utara, Kamis, 20 Agustus 2015 sekitar pukul 20.15 WIB, membantah adanya baku tembak.
Keluarga juga membantah almarhum Ridwan pulang bersama 4 anggota Din Minimi lainnya. Menurut pengakuan keluarga, Ridwan pulang dalam keadaan sakit.
Hana nyan. Kon mandum, kata Nurhayati, kakak almarhum Ridwan.
Adak meudeh ka meuteumee mat kon bek dipoh, ujarnya lagi.
Sebelumnya diberitakan, Ridwan, salah satu anggota komplotan Din Minimi yang tewas dalam baku tembak dengan polisi di Pulau Meuria, Geureudong Pase, Aceh Utara, Kamis, 20 Agustus 2015 sekitar pukul 20.15 WIB.
Berdasarkan pengakuan polisi, Ridwan tewas dalam baku tembak dengan pihak kepolisian. Polisi mengamankan 1 pucuk AK 56 dan 2 magasen, masing-masing berisi 30 butir peluru dan 26 butir peluru. Benarkah demikian?