LANGSA Sebanyak 600 siswa tingkat SD dan SMP di Langsa mengikuti ajang menulis Alquran metode follow the line khatam 30 juz selama 10 menit. Acara tersebut digelar pada event Atjeh Religious Tourism yang dipusatkan di Lapangan Merdeka Kota Langsa, Sabtu, 28 November 2015
Kapten Sar selaku pemandu para peserta kepada portalsatu.com mengatakan menulis Alquran follow the line khatam 30 juz hanya ada satu-satu di Indonesia. Kami memilih Aceh sebagai pusat konsentrasi kegiatan ini, karena Aceh pusat peradaban Islam yang pernah ada dan dikenal dengan Serambi Mekkah, katanya.
Menurutnya, budaya menulis Alquran harus digalakkan kembali sebagai identitas umat Islam. Pasalnya, kata dia, Islam mengalami kemunduran terutama hilangnya tokoh-tokoh penulis setelah banyak Alquran dicetak oleh industri perusahan jerman pada zaman itu.
Sehinga lahirnya era modernisasi membuat kita tidak lagi mengenal literatur profesor Alquran seperti Ibnu Sina dan banyak lainnya, ujar Kapten Sar yang dikenal pakar otak kanan Indonesia.