TAKENGON – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Tengah mulai membahas rancangan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) tahun 2016. Rapat anggaran di gedung dewan setempat dijadwalkan berlangsung tiga hari, Jumat-Senin, 23-26 Oktober 2015. Rapat itu dihadiri para kepala SKPK, camat, dan kepala bagian Sekretariat Daerah Aceh Tengah.
Ketua DPRK Aceh Tengah, Muchsin Hasan saat membuka rapat itu mengatakan, pembahasan rancangan KUA-PPAS APBK 2016 dilaksanakan sesuai jadwal yang telah ditetapkan menindaklanjuti surat edaran Gubernur Aceh beberapa hari lalu.
Semoga sidang ini dapat berjalan lancar, tertib dan selesai sesuai dengan jadwal yang telah disepakati bersama, ujar Muchsin sebagaimana dikutip dari siaran pers diterima portalsatu.com.
Mewakili Bupati Aceh Tengah, Sekretaris Daerah Karimasnyah I SE MM menjelaskan, berpedoman pada Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 59 tahun 2007 menyatakan bahwa KUA-PPAS merupakan tindak lanjut dari Rencana Kerja Pemerintah Kabupaten (RKPK) yang akan digunakan sebagai dasar penyusunan RAPBK tahun anggaran 2016.
Karimansyah menyebut substansi KUA antara lain memuat penjelasan ringkas mengenai gambaran ekonomi makro daerah, asumsi dasar dalam penyusunan RAPBK 2016 seperti laju inflasi, pertumbuhan PDRB, kebijakan pendapatan daerah yang menjelaskan prakiraan rencana sumber dan besarnya pendapatan daerah, kebijakan belanja daerah dan kebijakan pembiayaan.
Menurut perhitungan sementara BPS, pertumbuhan ekonomi Kabupaten Aceh Tengah tahun 2014 sebesar 5,02 persen. Tingkat inflasi pada tahun 2013 menunjukan 5,47 persen dan menurun 0,21 persen pada tahun 2014 menjadi 5,26 persen.
“Meskipun perekonomian Aceh Tengah tumbuh positif, namun mengalami perlambatan dari tahun sebelumnya, hal ini disebabkan pengaruh perekonomian regional dan nasional,” sebut Karimansyah.
Berdasar data BPS, Karimansyah juga menyebutkan persentase penduduk miskin di Aceh Tengah pada tahun 2012 sebesar 18,78 persen dan tahun 2013 turun menjadi 17,76 persen. Hal ini, katanya, menunjukan angka kemiskinan di Kabupaten Aceh Tengah secara bertahap terus mengalami penurunan.
Namun demikian dengan persentase tersebut tidaklah membuat kita puas, kita masih perlu berkerja keras untuk tahun-tahun berikut agar angka kemiskinan di dataran tinggi Gayo dapat ditekan serendah mungkin. Begitupun dengan pertumbuhan ekonomi, pemerintah daerah dan semua jajaran harus mengoptimalkan semua sumber daya yang ada dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah lebih baik lagi, ujar Karimansyah.
Rapat yang digelar terbuka itu berlangsung alot dengan mendengarkan beberapa tanggapan dan usulan dari beberapa fraksi DPRK Aceh Tengah.[]