QATAR berpotensi membantu perjuangan para teroris, bersekutu dengan ISIS dan menyebabkan keamanan dunia terganggu menjadi isu yang sedang hangat diperbincangkan Internasional saat ini. Tudingan ini pula yang kemudian memecah persatuan Muslim di Timur Tengah, yang berujung pada pemutusan hubungan diplomasi oleh negara-negara tetangga semisal Saudi Arabia, Mesir, hingga Uni Emirat Arab.
Apa gerangan yang terjadi? Apakah persepsi mendukung teroris yang disematkan kepada Qatar benar adanya?
Untuk memahami hal tersebut, ada baiknya kita pahami bersama bagaimana kedudukan negara Qatar di mata dunia secara objektif. Kita ketahui bahwa Qatar adalah negara kaya pendukung utama Ikhwanul Muslimin dunia, khususnya di Timur Tengah. Qatar menjadi negara yang bertindak independen dalam membantu dunia Islam lewat jalur diplomasi resmi. Namun, sikap Qatar seperti ini menjadi pandangan dan dipersepsikan negatif oleh dunia internasional.
Dalam kesempatan lain, kita mengetahui bahwa Qatar adalah negara yang konsisten mendukung Hamas di Palestina dengan dana tak terbatas. Negeri kecil di Teluk ini pula yang dalam kesehariannya membantu asupan nutrisi penduduk Gaza dalam suka dan duka. Akan tetapi, fakta seperti ini yang mungkin menyebabkan ada pihak yang merasa terganggu dan terancam.
Fakta lainnya yang bisa kita perhatikan bahwa Qatar adalah negara yang sangat anti-Zionis. Rasa permusuhan terhadap Zion ini pula yang diduga menyebabkan negara sekutu Israel, seperti Amerika Serikat, membangun persepsi negatif terhadap Qatar.
Lantas siapakah sebenarnya pihak yang membangun persepsi tersebut?
Kita mengetahui bahwa Amerika Serikat yang dikenal sebagai negara Super Power sangat gencar mengampanyekan perdamaian dunia. Mereka (baca: Amerika Serikat) membangun diplomasi dengan berbagai cara untuk memberantas terorisme seperti ISIS dan berbagai gangguan keamanan lainnya yang mengancam kepentingan “Paman Sam” di dunia.